Teliti yang kita harapkan, dalam penambahan dan perluasan RTH ini tidak merugikan masyarakat, yakni, tidak semena-mena menetapkan wilayah lahan masyarakat sebagai jalur hijauBanjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kalangan DPRD Kota Banjarmasin meminta agar pemerintah kota teliti dalam memetapkan lahan ruang terbuka hijau (RTH) dalam alokasi anggaran.
Dinyatakan anggota DPRD dari fraksi Hanura Muhammad Isnaini, Kamis, pemerintah kota diharapkan terus mengalokasikan anggaran untuk penambahan dan memperluas RTH yang ada, namuan tetap harus dilakukan dengan teliti menetapkannya.
"Teliti yang kita harapkan, dalam penambahan dan perluasan RTH ini tidak merugikan masyarakat, yakni, tidak semena-mena menetapkan wilayah lahan masyarakat sebagai jalur hijau," ujarnya.
Karena itu, kata dia, Pemkot dalam menetapkan lahan RTH harus mengkajinya dengan betul-betul, sehingga tidak sampai menyengsarakan masyarakat, artinya tidak semena-mena melakukan pembebasan, namun dilakukan dengan cara-cara mufakat.
"Daerah kita ini masih sangat butuh ruang terbuka hijau, tapi harus dilakukan dengan kemufakatan bersama masyarakat, jadi pertentangan bisa dihindari," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, kata anggota komisi III ini, penambahan untuk memperluas RTH multak harus dipenuhi setiap pemerintah daerah kabupaten/kota di seluruh Indonesia, ini sesuai amanah UU nomor 26 tahun 2007 tentang Tata Ruang Nasional.
Di mana, terang Isnaini, pemerintah daerah harus mengalokasikan 30 persen dari luas wilayah (RTH), baik RTH umum maupun privat.
"Sejauh ini daerah kita belum memenuhi standar 30 persen luas wilayah RTH yang diharuskan undang-undang itu, artinya kita harus bekerja keras lagi memenuhinya, dan ini tanggungjawab besar pemerintah kota," paparnya.
Menurut dia, langkah yang tepat harus dilakukan pemerintah kota tentunya meminimalisir perkembangan pembangunan wilayah pemukiman yang besar-besaran dilakukan pihak pengembang, sebab kalau dibiarkan terus, maka akan akan terus mengecil lahan kosong di daerah ini.
"Daerah kita inikan luasnya tidak seberapa, sebagai ibu kota provinsi, semuanya ingin tinggal di sini, harus ada langkah nyata untuk membendung ledakan penduduk ini," ujarnya.
Pewarta: SukarliEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.