"Yang akan melantik para pengurus baru DAD kabupaten/kota ini adalah Ketua DAD Provinsi Kalsel H Difriadi Darjat (mantan Wakil Bupati Tanah Bumbu)," ujarnya.Banjarmasin (Antaranews Kalsel ) - Sebanyak 10 daerah di provinsi Kalimantan Selatan secara serentak akan mengukuhkan kepengurusan Dewan Adat Dayak (DAD) pada 12 Desember 2015 nanti di Hotel 0Rattan Inn.
Ketua Panitia Pelantikan Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Selatan H Abdul Haris Makkie dalam jumpa pers di hotel Batung Batulis, Banjarmasin, Selasa, menyatakan, sepuluh daerah yang dikukuhkan kepengurusan DAD itu adalah Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar.
Selanjutnya, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Kotabaru.
"Yang akan melantik para pengurus baru DAD kabupaten/kota ini adalah Ketua DAD Provinsi Kalsel H Difriadi Darjat (mantan Wakil Bupati Tanah Bumbu)," ujarnya.
Dikatakan dia, acara pengukuhan para pengurus DAD sepuluh daerah ini akan mengundang DAD provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, sedangkan DAD provinsi Kalimantan Barat belum memastikan akan hadir.
"Diundang pula para pimpinan daerah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk perusahaan yang selama ini cukup besar perhatiannya bagi masyarakat dayak yang merupakan masyarakat pribumi tanah Borneo ini," ucapnya.
Kegiatan ini juga, ungkap Haris Makkie, akan dimeriahkan pentas kesenian tari daerah.
Dia menyatakan, Dewan Adat Dayak (DAD) di provinsi yang meliputi 13 kabupaten/kota ini sudah terbentuk dari 2012 lalu, selain DAD tingkat provinsi yang sudah memiliki kepengurusan, tiga daerah lainnya, yakni, Kabupaten Tapin, Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Balangan, juga lebih dulu dari 10 kabupaten/kota lainnya.
Menurut dia, dibentuknya organisasi ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan adat dayak dan untuk menjadi wadah bagi permerhati masyarakat dayak yang berasal dari daerah ini di manapun, terutama yang masih tinggal di pedalaman Gunung Meratus dan lainnya.
"Banyak yang harus kita perjuangkan bagi kesejahteraan saudara-saudara kita di pedalaman, terkait pendidikan, kesehatan, bahkan sosial," tuturnya.
Ini penting dibentuk sebuah wadah, kata dia, untuk lebih baik mengakomodir segala program kesejahteraan masyarakat oleh pemerintah daerah hingga pusat agar bisa pula sampai dan dirasakan masyarakat pribumi yang berada di pedalaman sana.
Ditambahkan Sekretaris DAD Provinsi Kalsel Ramond, bahwa masyarakat dayak harus siap menghadapi globalisasi dan moderenisasi sehingga mampu untuk tetap menjaga eksistensinya sebagai pilar utama pembangunan dan perubahan di tanah Borneo.
"Ini cita-cita kita bersama sebagai anak-anak pribumi di daerah ini, harus bisa terlibat aktif memajukan membangun daerah ini, demi kesejahteraan bersama sebagai anak bangsa," ucapnya.
Pewarta: SukarliEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.