Ada empat desa yang kekosongan bidan, tapi saya lupa nama desanya, yang jelas di daerah terpencil dan pegunungan seperti di Kecamatan Halong dan Kecamatan Tebing TinggiBalangan - (Antaranews Kalsel) - Dinas Kesehatan kekurangan bidan untuk desa terpencil yang ada di dua kecamatan di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, sejak enam bulan lalu.
Sekretaris Dinkes Balangan Erwan Mega Karya Latief MKes mengungkapkan, kemarin ada empat desa yang kekosongan bidan, dikarenakan ada yang mengundurkan diri dan ada juga yang habis masa kontraknya dan tidak memperpanjang.
"Ada empat desa yang kekosongan bidan, tapi saya lupa nama desanya, yang jelas di daerah terpencil dan pegunungan seperti di Kecamatan Halong dan Kecamatan Tebing Tinggi," ungkapnya.
Rencananya, kekosongan bidan tersebut nantinya akan kembali diusulkan ke pusat pada tahun 2016 agar dapat di isi kembali, untuk sementara waktu ini pelayanan kesehatan di tangani oleh bidan desa tetangga.
"Mudahan nanti ada kouta dari pusat untuk mengisi kekosongan empat desa tersebut, untuk sementara kekosongannya di isi bidan dari desa tetangga," jelasnya.
Sudah enam bulan warga yang berada di Desa Mamantang Kecamatan Halong Kabupaten Balangan kekosongan bidan desa, akibatnya warga yang ingin berobat atau yang ingin melahirkan harus langsung ke puskesmas kecamatan.
Kosongnya bidan desa di wilayah tersebut, dikarenakan sang bidan sudah keluar dan habis kontraknya, dan tidak memperpanjang lagi kontraknya, wargapun tak bisa berbuat banyak, dengan kondisi demikian mereka harus rela menempuh jarak sekitar 15 kilometer jika ingin berobat ke puskesmas yang terletak di Desa Uren.
"Sudah enam bulan rumah bidan kosong, informasinya bidannya habis kontrak dan tak memperpanjang lagi, kasian masyarakat, terpaksa ke puskesmas kalau mau berobat dan melahirkan, dan jaraknya cukup jauh sekitar 15 kilometer," ujar Kastan, Kepala Desa Mamantang.
Pewarta: Roly SupriadiEditor : Roly Supriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.