Ada tiga hal yang kita fokuskan dalam kunjungan ini, yaitu silaturahmi, pengecekan kesiapan jajaran Polres Balangan dalam menghadapi Pilkada, serta kasus pembakaran lahanBalangan - (Antaranews Kalsel) - Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, dinilai memiliki potensi konflik yang cukup tinggi dalam gelaran Pilkada 9 Desember 2015 mendatang.
Hal ini menjadi perhatian serius jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan. Kapolda Kalsel Brigjend Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi, secara langsung melakukan kunjungan ke Bumi Sanggam beberapa waktu lalu.
Kedatangan rombongan Kapolda Kalsel tersebut, disambut langsung oleh Kapolres Balangan AKBP Sudrajad Hariwibowo Penjabat Bupati Balangan HM Hawari dan Dandim 1001 Amuntai-Balangan Letkol Inf Priyanto Eko Widodo.
"Ada tiga hal yang kita fokuskan dalam kunjungan ini, yaitu silaturahmi, pengecekan kesiapan jajaran Polres Balangan dalam menghadapi Pilkada, serta kasus pembakaran lahan," ujar Kapolda Kalsel Brigjend Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi.
Selain itu, Kapolda Kalsel juga melakukan pengecekan terhadap semua peralatan dan senjata yang dimiliki oleh Polres Balangan.
"Semua sarana dan prasarana dalam kondisi bagus. Sedangkan untuk personil, diakui Agung bahwa Polres Balangan masih kekurangan personil. Untuk mengatasi hal itu, pengamanan Pilkada dilakukan secara rayonisasi, yakni Polres Balangan Tabalong dan HSU," jelasnya.
Kemudian mengenai penambahan personil, Kapolda Kalsel mengatakan dalam waktu dekat ini akan menambah tenaga PNS untuk Polres Balangan, karena dinilai lebih mendesak dibutuhkan, mengenai personil Polri akan diusulkan kemudian.
Sementara itu, Penjabat Bupati Balangan HM Hawari mengucapkan terima kasih atas kedatangan Kapolda Kalsel yang telah memberikan arahan khusus terkait pengamanan Pilkada.
"Kesuksesan dan kelancaran Pilkada merupakan tugas bersama, kita berharap semua pihak bisa diajak kerja sama dalam mensukseskan Pilkada tahun ini, baik Pilkada Balangan maupun Kalsel," harapnya.
Pewarta: Roly SupriadiEditor : Roly Supriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.