Kita sudah menyelesaikan pembahasan KUA-PPAS 2016, memang sempat alot karena kita lakukan sangat teliti, hingga dapat kita selesaikan dengan baik
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali menyatakan, pihaknya menyetujui Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016, dan akan dijadwalkan sidang paripurnanya pada 9 November 2015.

"Kita sudah menyelesaikan pembahasan KUA-PPAS 2016, memang sempat alot karena kita lakukan sangat teliti, hingga dapat kita selesaikan dengan baik," ujarnya di gedung dewan, Rabu.

Dikatakan politisi Golkar itu, langkah selanjutnya akan digelar rapat paripurna penandatanganan MoU antara pihak Pemkot Banjarmasin dan DPRD Banjarmasin untuk pembahasan seterusnya menjadi Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) murni 2016.

"Kita harap nantinya juga berjalan lancar, hingga bisa kita sahkan menjadi APBD 2016 sesuai harapan semuanya," kata Iwan.

Dia menyatakan, segala perencanaan yang akan dibangun di tahun akan datang sudah dapat terakomudir dengan baik, dan menuai kesepahaman antara pihak DPRD dan Pemkot, termasuk penyertaan modal bagi Perusahaan Daerah (PD).

Menurut dia, yang menjadi perhatian dalam pembahasan KUA-PPAS ini salah satunya penyertaan modal bagi Pemkot Banjarmasin ke pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih untuk pembangunan embung atau fasilitas ketahanan air baku yang mencapai Rp40 miliar pada 2016.

"Karena kesepahaman semua bahwa program ini memang sangat penting adanya, makanya dapat disetujui dalam pembahasan KUA-PPAS," tuturnya.

Disebutkan Iwan, bahwa prioritas kedepan daerah ini adalah mempersediakan ketahanan air baku bagi kepentingan umum, di mana krisis air bersih tidak akan terjadi lagi nantinya dialami daerah ini meski musim kemarau panjang.

"Tahun ini menjadi pelajaran bagi kita bagaimana sempat terjadi krisis air karena kemarau yang cukup panjang, demi kepentingan semua kedepannya, maka pembangunan embung bagi ketahanan air baku harus didukung semuanya," ucap Iwan.

Disamping itu, tentunya upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, masalah kesehatan terkait rencana Pemko Banjarmasin membangun rumah sakit, perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, juga harus diutamakan.

Menurut dia, APBD Kota Banjarmasin yang kini mencapai Rp1,6 triliun lebih perlu digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat, demikian juga pemerataan pembangunan yang dirasakan hingga daerah pinggiran.

"Kita harap, APBD 2016 daerah kita ini nantinya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, tentunya tepat sasaran dan kepentingan umum," ujarnya.

Pewarta: Sukarli
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026