Panen raya ini menjadi fenomena yang menarik, di mana kecamatan lain di Tanah Bumbu mengalami kekeringan dan kesulitan air
Batulicin, (Antaranews Kalsel) - Petani di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dalam musim kemarau ini berhasil panen raya padi sawah seluas 438 hektare.

"Panen raya ini menjadi fenomena yang menarik, di mana kecamatan lain di Tanah Bumbu mengalami kekeringan dan kesulitan air, namun Petani Kusan Hilir malah panen raya padi sawah," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Tanah Bumbu Abdul Karim, di Batulicin, Jumat.

Sebagian petani Kusan hilir, khususnya petani di Desa Salimuran merupakan petani binaan dari pemerintah daerah. Mereka bercocok tanam padi sawah dengan menggunakan bibit unggul.

"Desa Salimuran merupakan daerah tadah hujan, sehingga hamparan persawahan di daerah tersebut masih bisa ditanami padi, meskipun memasuki musim kemarau," ucaapnya.

Saat sawah mereka mulai kering, sebagian besar petani mengandalkan mesin pompa air untuk mengalirkan air dari sungai ke sawah-sawah.

"Kedepan pemerintah daerah berencana membangun sarana irigasi dan bendungan agar petani semakin mudah dalam bercocok tanam, dan tidak terpengaruh oleh musim kemarau," tutur dia.

Komandan Kodim 1022/Tanah Bumbu Letnan Kolonel Infanteri Mustakim mengungkapkan, salah satu kunci sukses swasembada pangan, yakni pemerintah harus memperhatikan dan memenuhi infrastruktur yang di perlukan petani.

"Sering kami temui di lapangan, petani bertanam padi hanya satu kali setahun, selain belum tersedianya irigasi juga minimnya tenaga kerja untuk menggarap sawah," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtokultura Provinsi Kalimantan Selatan H Faturrahman saat berkunjung di Tanah Bumbu mengatakan, pemerintah pusat pada 2017 menargetkan swasembada pangan tidak lagi impor beras.

"Terkait hal itu Kementeriian Pertanian melakukan kegiatan khusus produksi padi dan kedelai yang bekerja sama antara pemerintah dan TNI sebagai penyulih lapangan," terangnya.

Saat ini, lanjut dia, Kalimantan Selatan sudah memberikan surplus beras, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah berswasembada pangan.

"Kalimantan Selatan sudah memiliki kapasitas padi kering giling sebanyak 2,1 juta ton sedangkan untuk kebutuhannya hanya 1 juta ton," paparnya.



Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026