Mengantisipasi kelangkaan kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1432 hijriah, administrator pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengutamakan masuknya kapal pengangkut kebutuhan pokok.
Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Kepelabuhanan Adpel Trisakti Banjarmasin Patria Jaya di Banjarmasin, Jumat menanggapi persiapan menjelang puasa dan hari raya Idul Fitri.
"Satu pekan yang lalu sempat terjadi gelombang tinggi di Laut Jawa namun belum berpengaruh terhadap persediaan kebutuhan pokok karena intensitas gelombang tinggi tidak terlalu lama," katanya.
Ke depan, kata dia, bila terjadi persoalan terkait transportasi laut maka pihaknya akan mengutamakan masuknya kapal kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak untuk menghindari terjadinya kelangkaan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, tambah dia, saat ini beberapa kapal juga mulai diperbaiki untuk persiapan sebagai angkutan lebaran pada lebaran 1432 hijriah.
Sebagaimana diketahui, saat ini hampir 70 persen kebutuhan pokok di Kalsel berasal dari luar provinsi baik itu dari Jawa Timur, Makassar dan beberapa provinsi lainnya.
Kondisi tersebut mengakibatkan barang kebutuhan pokok di Kalsel rentan terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan apabila stok berkurang karena terkendala transportasi yang tidak lancar antara lain akibat cuaca.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Selatan Farida Wariansi mengatakan, berbagai kebutuhan pokok di Kalsel diharapkan aman hingga menjelang lebaran Idul Fitri.
"Kita telah melakukan pengecekan ke beberapa agen di pasar besar tradisional dan sebagian besar para agen memiliki stok yang cukup," katanya.
Bahkan, kata dia, gula kristal putih yang sebelumnya sulit dicari kini banyak masuk pasar-pasar di Kalsel sehingga masyarakat tidak lagi terfokus pada gula rafinasi.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kalsel Endah Suhartati mengatakan, saat ini stok kebutuhan pokok baik itu terigu, gula pasir, minyak dan lainnya menumpuk dibeberapa pasar besar.
Salah satu tim pemasaran tepung di Banjarmasin Kusnadi mengatakan, saat ini stok tepung cukup hingga puasa dan lebaran.
Menurut dia, karakteristik kebutuhan tepung di Kalsel sangat berbeda dengan daerah lain seperti Kalimantan Timur dan Jawa yang meningkat tajam hingga di atas 200 persen bahkan lebih saat bulan Ramadhan.
Di Kalsel, kata dia, saat puasa hingga lebaran permintaan tepung justru turun karena pada bulan puasa biasanya warga ramai membuat makanan khas Banjar yang bahan bakunya bukan dari tepung terigu.
"Insya Allah stok kita mencukupi hingga lebaran semoga tidak terjadi gangguan transportasi laut," katanya.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.