Kebakaran kawasan hutan dan lahan di Kalimantan Selatan dalam beberapa bulan terakhir terus terjadi sehingga seluruh pihak terkait diharapkan meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Suhardi Atmoredjo di Banjarmasin, Senin mengatakan, hingga akhir Juni 2011 jumlah titik api di Kalsel mencapai 112 buah.

Dari jumlah tersebut, titik api terbanyak berada pada bulan Juni yang mencapai 66 titik api dan diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah.

"Saat ini merupakan puncak kemarau, sehingga diperkirakan jumlah titik api akan terus bertambah, sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Dari 112 titik api, tambah dia, sekitar 33 - 38 persen titik api terjadi di kawasan hutan lindung maupun gambut.

Seperti kebakaran hutan yang terjadi di kawasan tanaman hutan rakyat Kabupaten Banjar beberapa waktu lalu yang menghanguskan seluas 24 hektare hutan.

Selain itu juga terjadi di kawasan hutan Kabupaten Tanah Laut sekiter 20 hekatare, jumlah tersebut belum termasuk kebarakan hutan yang jauh berada di dalam kawasan hutan yang tidak terpantau.

Selain itu, tambah dia, kebakaran juga terjadi di lahan gambut, yang selama ini sulit dipadamkan karena api berada dibawah permukaan tanah.

"Mengatasi itu kita meminta kepada Manggala Agni untuk meningkatkan pengawasan," katanya.

Namun demikian, tambah dia, tugas tersebut tidak mungkin hanya mampu diemban oleh pasukan keamanan kehutanan tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Selain dikawasan hutan, kebakaran juga terjadi dipermukiman masyarakat, hampir tiap hari terjadi kebakaran rumah warga di Banjarmasin.

Bahkan tidak jarang, dalam satu hari terjadi kebakaran antara dua hingga tiga kali.

Hampir tiap waktu, kota Banjarmasin selalu dibisingkan dengan suara sirine mobil pemadam kebakaran yang melaju dengan cepat membantu warga yang rumahnya terbakar.




Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026