"Dana penyertaan modal yang dihibahkan Pemkab Banjar dan Pemkot Banjarbaru akan digunakan untuk membangun jaringan pipa baru," ujarnya di Banjarbaru, Selasa.

Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Intan Banjar Syaiful Anwar mengatakan pihaknya siap menggunakan dana penyertaan modal untuk membangun jaringan pipa baru.


"Dana penyertaan modal yang dihibahkan Pemkab Banjar dan Pemkot Banjarbaru akan digunakan untuk membangun jaringan pipa baru," ujarnya di Banjarbaru, Selasa.

Ia mengatakan, jaringan pipa yang disiapkan PDAM sebagai operator sesuai PP No 16 tahun 2005 pasal 37 ayat 4 PDAM tentang penyediaan air minum demi kepentingan masyarakat.

"Kami sebagai operator tentunya siap melaksanakan PP itu sehingga seluruh lapisan masyarakat mendapat pelayanan air bersih/minum sebagai hak dasar," ungkapnya.

Menurut dia, dana penyertaan modal yang diusulkan Pemkab Banjar tahun 2015 sebesar Rp83 miliar dan Pemkot Banjarbaru mengalokasikan dana sebesar Rp20 miliar.

Dijelaskan, dana penyertaan modal yang diterima dari Pemkab Banjar tidak dikucurkan sekaligus tetapi bertahap hingga seluruh dana bantuan tersebut terserap pada 2017.

"Tahap pertama, dana dikucurkan sebesar Rp27 miliar dan digunakan untuk mendukung jaringan pipanisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Syarkawi di Kecamatan Gambut," ungkapnya.

Disebutkan, jaringan pipanisasi IPA Syarkawi tembus hingga jaringan pipa Jalan Gubernur Soebarjo melayani Kecamatan Beruntung Baru, Aluh-Aluh dan Kecamatan Tatah Makmur.

"Diameter pipa yang melayani tiga kecamatan tersebut kecil hanya 6 inci, sedangkan pipa IPA Syarkawi 500 mili meter sehingga harus disambung agar pelayanan maksimal," ucapnya.

Kemudian, penggantian pipa baru di Desa Indrasari Kecamatan Martapura Kota untuk mendukung perkantoran Pemkab Banjar yang baru dengan dana sebesar Rp15 miliar.

"Sisa dana penyertaan modal dari total Rp83 miliar digunakan untuk pengadaan jaringan pipa baru dari IPA II Pinus menuju Kecamatan Astambul," ujar mantan Direktur Umum PDAM itu.

Dikatakan, proposal pembangunan jaringan pipa baru sudah disampaikan ke DPRD Banjar dan masuk dalam program legislasi daerah sehingga tinggal direalisasikan.

Ditambahkan, pihaknya juga sudah menyusun DED dari konsultan khusus perpipaan, pra kontrak sudah diproses termasuk membuat manajemen resiko sehingga tinggal menunggu tender.

  "Persiapannya dikaji komprehensif sesuai keinginan masyarakat yang belum terlayani air bersih sehingga jika dana dikucurkan maka program segera dilaksanakan," katanya.   

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026