Ratusan ikan yang dibudidayaan di sekitar waduk Riam Kanan Kabupaten Banjar mati diduga akibat pencemaran sungai Riam Kanan oleh pertambangan ilegal.
Banyaknya ikan yang mati tersebut berdasarkan keluhan masyarakat yang disampaikan kepada anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Senin.
Anggota DPRD Kalsel Ibnu Sina mengatakan, pada pertemuan antara anggota DPRD dan masyakarat tersebut, warga berharap pemerintah atau instansi terkait segera menangani dugaan pencemaran kawasan daerah aliran sungai Riam Kanan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Permintaan dari masyarakat itu karena banyak ikan usaha budidaya mereka yang mati belakangan ini diduga akibat pencemaran daerah aliran sungai (DAS) Riam Kanan, ungkap anggota DPRD Kalsel, Ibnu Sina, Senin.Selain itu, katanya, mengutip pernyataan masyarakat setempat, usaha panen sawah mereka mengalami penurunan produksi, yang juga diduga karena pencemaran DAS Riam Kanan sebagai akibat aktivitas penambangan di kawasan tersebut.
Anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel yang juga membidangi lingkungan hidup dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, menyatakan, prihatin atas keadaan masyarakat dan kondisi lingkungan DAS Riam Kanan.Menurut informasi masyarakat setempat, dugaan pencemaran DAS Riam Kanan yang merupakan bagian Pegunungan Meratus itu, diduga karena aktivitas pertambangan, yang setidaknya ada tiga perusahaan melakukan penambangan di kawasan tersebut, ungkapnya.
Namun Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kalsel yang mantan Ketua Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD provinsi tersebut, belum bersedia menyebut nama perusahaan yang melakukan penambangan di kawasan DAS Riam Kanan."Kan baru dugaan, jadi kurang etis kalau kita sebut nama perusahaan yang melakukan penambangan di kawasan DAS Riam Kanan tersebut. Biar pihak instansi berwenang melakukan penyelidikan atau penanganan terlebih dahulu," tandas wakil rakyat dari PKS itu.
"Tapi segala aktivitas yang bisa berdampak pada kerusakan lingkungan, termasuk pencemaran tak boleh kita biar, harus segera ditindak lanjuti," lanjut wakil rakyat asal daerah pemilihan II Kalsel, yang meliputi Kab Banjar dan Kota Banjarbaru tersebut.Dalam resesnya sebagai anggota dewan, alumnus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) di Banjarbaru itu, juga menerima keluhan masyarakat Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar dan sekaligus meminta diperjuangkan.
Masyarakat Sungai Tabuk, yang merupakan salah satu sentera pertanian Kabupaten Banjar, meminta, pemerintah memberi bantuan benih untuk bercocok tanam kembali setelah sekitar dua tahun terakhir gagal tanam.Gagal tanam tersebut sebagai pengaruh cuaca ekstrim, sehingga ketinggian air di persawahan mereka tak bisa bercocok tanam, kendati mereka beberapa kali melakukan penyamaian benih tapi selalu tergenang air dan rusak, ungkapnya.
"Akibat beberapa kali semai dan selalu gagal, sehingga petani setempat sekarang ketiadaan benih untuk bercocok tanam dan perlu bantuan pemerintah," lanjut mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu."Permintaan benih tersebut sudah kami sampaikan kepada instansi terkait dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan," demikian Ibnu Sina.(shn/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.