Apalagi seperti keadaan sekarang, musim cuaca ekstrim dan gelombang laut tinggi, nelayan yang melaut bisa nihil atau tak mendapatkan apa-apa. Kalaupun berhasil menangkap ikan, hasilnya tidak memadai
Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan H Hamsyuri meminta pemerintah, baik pusat maupun provinsi dan daerah setempat memperhatikan kehidupan nelayan.

Pasalnya para nelayan tersebut, apalagi sebagai nelayan tangkap yang menangkap ikan ke laut (melaut) tak bisa cuma mengandalkan hasil tangkapan mereka, ujarnya menjawab Antara di Banjarmasin, Kamis.

"Apalagi seperti keadaan sekarang, musim cuaca ekstrim dan gelombang laut tinggi, nelayan yang melaut bisa nihil atau tak mendapatkan apa-apa. Kalaupun berhasil menangkap ikan, hasilnya tidak memadai," lanjutnya.

Wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menunjuk contoh nelayan di wilayah timur Kalsel, yaitu Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Tanah Laut (Tala), mereka tak bisa maksimal melaut karena gelombang tinggi.

Sebagai contoh, ungkapnya, dia beberapa malam lalu ke Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Banjar Raya, Banjarmasin, hanya satu kapal nelayan ukuran kecil yang datang.

Padahal biasanya, lanjut pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) yang juga keluarga nelayan itu, banyak kapal yang membawa ikan hasil melaut ke PPI Banjar Raya.

"Sebagai keluarga nelayan, saya tahu pasti ikan yang mereka bawa ke Banjar Raya itu dari hasil penangkapan di perairan pantai atau dekat pulau, sehingga tidak begitu banyak," katanya.

Melihat kenyataan itu, wakil rakyat yang bergelar sarjana hukum tersebut berharap, mungkin pemerintah dapat mencarikan solusi agar tingkat pendapatan dan kesejahteraan nelayan bisa meningkat atau minimal tidak menurun.

"Karena ketahanan nelayan juga sama dengan ketahanan nusantara yang berbasis pada pembangunan kemaritiman," demikian Hamsyuri.

Kabupaten Tala dan Tanbu memiliki perairan pantai yang berbatasan dengan Luat Jawa (Laut Indonesia), juga mempunyai sumber daya kelautan yang cukup potensial.

Begitu pula Kabupaten Kotabaru yang berbatasan Laut Indonesia, Selat Makassar dan Laut Sulawesi, memiliki perairan patai yang luas, serta cukup potensial sumber daya kelautan.

Selain itu, di Kalsel ada dua daerah yang juga memiliki sumber daya kelautan, yaitu Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala (Batola), sehingga sebagai penghasil ikan laut, disamping ikan air tawar dari perairan umum.


Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026