Kami optimis buah manis dari pusat yang selama ini rakyat harapkan dapat terunduh pada era Predisen Joko Widodo dan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (Jokowi-JK," ujar Ketua Forbes Kalsel Rizal Lesmana, di Banjarmasin, Selasa.
Banjarmasin,   (Antaranews Kalsel) - Lembaga Swadya Masyarakat yang bernama Forum Bersama atau Forbes Kalimantan Selatan optimistis buah manis dari pemerintah pusat yang selama ini rakyat harapkan dapat terunduh ke daerah-daerah.

"Kami optimis buah manis dari pusat yang selama ini rakyat harapkan dapat terunduh pada era Predisen Joko Widodo dan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (Jokowi-JK," ujar Ketua Forbes Kalsel Rizal Lesmana, di Banjarmasin, Selasa.

Begitu pula, kawan-kawan dar beberapai Lembaga Swadya Masyarakat (LSM) lain di Kalsel juga optimitis buah manis dari pusat yang selama ini menjadi harapan rakyat bisa terunduh ke daerah-daerah pada era Jokowi-JK, ungkapnya.

Optimistis tersebut saat giat silaturhami beberapa hari lalu, yang juga hadir beberapa tokoh NGO di provinsi ini, lanjutnya kepada Antara Kalsel di Banjarmasin.

Sebagai contoh belum genap satu tahun pada era Jokowi-JK ada lima hadiah besar bagi Kalsel, yaitu dimulainya perencanaan perluasan Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin,

Selain itu, rencana pembangunan jalur kereta api, jembatan terpanjang di Kalsel yang menghubungkan Pulau Laut, tempat ibukota Kabupaten Kotabaru dengan darata Pulau Kalimantan.

Kemudian perluasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sebagai bagian dari program tol laut, dan terakhir menjadikan Kalimantan sebagai lumbung energi, tegasnya.

Berbeda saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama 10 tahun atau dua periode cuma ada tiga "hadiah kecil" yang diberikan pada banua Kalsel, yaitu pembangunan jalan poros Kalimantan.

 "Tapi jalan poros Kalimantan itupun belum genap dua tahun warga sudah protes karena rusak dan berlobang," ujar pegiat LSM tersebut.

Selain itu, penambahan unit pembangkit pada Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam, itupun mesinnya dari China yang kualitas diragukan dan masih kerap byar pet.

"Kemudian `fly over` (jembatan layang) Banjarmasin itupun terpendek di Indonesia dan belum bisa secara purna mengatasi kemacetan lalu linta di ibukota Kalsel tersebut," demikian Rizal.

LSM Forbes Kalsel melaksanakan giat Ramadhan 1436 H diskusi aktivis dan buka puasa bersama 13 Juli lalu mengangkat tema Nasib Banua Di Era Jokowi.    

Pewarta: Sukarli
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026