"Kami prediksi kenaikkan harga bahan pokok menjelang Idul Fitri mencapai 10 persen," ujar Kepala Disperindag Kota Banjarbaru Rahmah Khairita di Banjarbaru, Rabu.
Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, memprediksi terjadinya kenaikkan harga bahan pokok menjelang Idul Fitri 1436 Hijriah.
"Kami prediksi kenaikkan harga bahan pokok menjelang Idul Fitri mencapai 10 persen," ujar Kepala Disperindag Kota Banjarbaru Rahmah Khairita di Banjarbaru, Rabu.
Ia mengatakan, prediksi kenaikkan dipicu permintaan masyarakat yang lebih tinggi dibanding awal maupun selama Ramadan seiring persiapan menyambut lebaran.
"Sejak awal Ramadan hingga minggu ketiga, permintaan cenderung meningkat sehingga memicu kenaikan harga bahan pokok meski besarannya tidak terlalu signifikan," ungkapnya.
Disebutkan, bahan pokok yang diprediksi naik seperti beras lokal jenis unus mutiara, mayang dan sejenisnya dari kisaran harga Rp13 ribu per liter menjadi Rp15 ribu per liter.
Kemudian, gula pasir putih dari harga Rp13 ribu per kilogram menjadi Rp13.500 dan gula pasir kuning dari harga Rp12.500 per kilogram menjadi Rp13 ribu.
Komoditas lain yang diprediksi naik cukup tinggi adalah daging sapi dari harga Rp130 ribu per kilogram menjadi Rp150 ribu dan daging ayam dari Rp30 ribu menjadi Rp45 ribu per ekor.
"Telur ayam ras juga diprediksi naik cukup tinggi mencapai Rp3 ribu per kilogram dari harga semula dikisaran Rp21 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram," ujarnya.
Dikatakan, komoditas sayuran yakni cabai juga diprediksi naik seperti cabai merah biasa dari harga Rp40 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu, cabai rawit naik menjadi Rp40 ribu per kilo.
Bawang meraih dari harga Rp35 ribu diprediksi naik menjadi Rp45 ribu, wortel dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu, kentang naik dari Rp12 ribu jadi Rp13 ribu per kilogram.
 "Meski pun permintaan meningkat dan harga naik tetapi stok mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan bahan pokok menjelang Ramadan," katanya. Â
Pewarta: Yose RizalEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.