Saya juga berharap para orangtua lebih ketat dan disiplin mengajari putra-putrinya untuk belajar Alquran sehingga anak-anak tidak keluyuran tanpa tujuan,"
Barabai, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, terus menyosialisasikan jam belajar malam antara lain dengan imbauan mematikan televisi, permainan "game" serta melarang pelajar keluar malam.
Bupati HST Harun Nurasid di Barabai, Rabu, mengatakan ketentuan tersebut dilakukan untuk mencegah para pelajar keluyuran pada malam hari yang bisa menjadi penyebab terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Harun juga berharap orangtua terus menjaga dan meningkatkan tali silaturahmi dan kebersamaan untuk membangun daerah terutama berhubungan dengan pendidikan membaca Alquran.
"Saya juga berharap para orangtua lebih ketat dan disiplin mengajari putra-putrinya untuk belajar Alquran sehingga anak-anak tidak keluyuran tanpa tujuan," katanya.
Pada malam hari, pelajar diminta mematikan televisi dan "game" serta tidak keluar rumah.
Pelajar juga diminta agar memanfaatkan waktu itu untuk belajar secara mandiri maupun berkelompok.
Bupati juga meminta pada para pelajar untuk rutin membaca Alquran, menjalankan sholat berjamaah dan menuntut ilmu agama demi terciptanya generasi yang berkualitas serta bermartabat.
"Saya harap orangtua juga selalu mendampingi anak-anak selama jam wajib belajar malam agar mereka menjauhi segala aktifitas yang tidak bermanfaat," katanya.
Kabupaten HST merupakan salah satu daerah yang sedang fokus untuk meningkatkan sektor pertanian dan perdagangan dengan menolak pertambangan yang akan masuk daerah tersebut.
Pemerintah juga cukup gencar membantu dan mendorong petani untuk terus melakukan inovasi teknologi sehingga petani bisa mendapatkan nilai tambah dari sektor yang mulai banyak ditinggalkan oleh generasi muda tersebut.
Selain itu, pemerintah juga fokus untuk membangun generasi muda, antara lain dengan menerapkan jam belajar malam bagi seluruh pelajar.
Pewarta: FathurrahmanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.