Nilai transaksi selama berlangsungnya pameran pembangunan di Kotabaru, Kalimantan Selatan, 4-13 Juni 2011 sebesar Rp4,8 miliar.
"Jika dibanding tahun sebelumnya nilai transaksi selama pameran pembangunan meriahkan peringatan hari jadi ke-61 Kabupaten Kotabaru meningkat beberapa ratus persen," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi Kotabaru Mahyudiansyah MAP saat penutupan pameran itu, Senin malam.
Padahal, kata dia, pihaknya hanya menargetkan transaksi dalam pameran pembangunan 2011 meningkat 20 persen dari realisasi transaksi tahun lalu.
Ia mengatakan nilai transaksi pada pameran pembangunan 2010 sekitar Rp1,3 miliar dan pada 2011 meningkat menjadi Rp4,8 miliar.
Menurut dia, tidak jauh berbeda dengan pameran tahun lalu, nilai transaksi terbesar terjadi di bidang otomotif, usaha kecil menengah termasuk industri kreatif, serta bidang lainnya.
Nilai transaksi untuk stan otomotif khusus dari kendaraan roda dua dengan merk Honda, Yamaha dan Suzuki serta merk lain mencapai kisaran Rp1 miliar.
Sisanya, nilai transaksi pada usaha kecil dan menengah (UKM) yang meliputi produk sandang, pangan dan kerajinan umum, serta nilai transaksi lain yang bersifat umum.
Mahyudiansyah mengharapkan peran masyarakat dan pengusaha dalam penyelenggaraan pameran pembangunan dapat lebih baik pada tahun mendatang.
"Karena multi efek dari pameran pembangunan ini cukup luas, dan sangat dirasakan oleh pengusaha dan pelaku bisnis, khususnya UKM di daerah ini," katanya.
Penyelenggaraan pameran ini bukan hanya menjadi tempat menyampaikan hasil pembangunan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Kotabaru, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan diri dan promosi bagi dunia industri, khususnya indutri mikro kecil dan menengah yang notabene tidak memiliki biaya cukup untuk promosi.
Pameran pembangunan dalam memeriahkan hari jadi ke-61 Kotabaru diikuti sekitar 85 SKPD, badan usaha milik negara, badan usaha swasta nasional dan pedagang serta organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani menuturkan, dengan besarnya nilai transaksi pada pameran pembangunan itu menunjukkan bahwa telah terjadi perputaran uang yang cukup besar di tempat pameran.
"Padahal, pameran ini hanya diselenggarakan sekitar 10-12 hari saja, sudah terjadi perputaran uang yang begitu besar, belum lagi jika lebih lama lagi digelar," imbuhnya.
Dengan demikian, ia berharap pameran pada tahun-tahun mendatang dapat dikemas lebih baik dan profesional agar dampak multi player effeknya lebih luas dan dapat dirasakan oleh masyarakat Kotabaru.(C/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.