Hal tersebut disampaikan Kabid Pendidkan Lanjutan Menengah (Diklamen) Dinas Pendidikan Tabalong Rosdianoor di Tanjung, Sabtu.
"Dari laporan masing-masing sekolah yang sudah direkap hanya satu siswa tingkat SMA yang tidak lulus sedangkan SMK dan Madrasah Aliyah, lulus 100 persen," jelas Rosdianoor.
Termasuk siswa SMA Luar Biasa Pelita Hati, tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2014/2015 mencapai 100 persen atau tidak satu pun siswa yang mengulang.
Jika tahun sebelumnya siswa yang tidak lulus UN bisa mengikuti program paket C ungkap Rosdianoor, tahun ini siswa yang tidak lulus UN terpaksa harus mengulang.
Sementara itu dari hasil analisis Kementerian Pendidikan, pelaksanaan UN di Bumi Saraba Kawa ini sejumlah sekolah terindikasi melakukan kecurangan.
Kepala Dinas Pendidikan Tabalong, Marzuki Hakim menyebutkan indikasi kecurangan menyusul adanya jumlah jawaban siswa (yang salah dan benar) di satu sekolah yang sama persis.
"Beberapa sekolah terindikasi melakukan kecurangan dari hasil analisis Kementerian Pendidikan dan hal ini akan kita evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang," jelas Marzuki.
Jika ada sekolah yang terindikasi melakukan kecurangan dalam pelaksanaan UN, Marzuki menambahkan 16 sekolah di Tabalong terindikasi tidak curang sebaliknya 11 sekolah tak dapat dianalisa.
Jumlah peserta UN tingkat SMA dan sederajatnya tahun ini sebanyak 2.967 orang dengan rincian SMA 1.002 siswa, MAN 455 siswa dan SMK 1.511 siswa.
Pewarta: Herlina Lasmiati: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.