"Soal UN sudah kita terima tadi (Rabu), dan serah terimanya di SMA 2 Banjarmasin, setelah dicek lengkap lalu didistribusikan kedua Polsek untuk diamankan hingga pelaksanaan UN nanti," ujarnya.
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Murlan menyatakan, dua kantor Polisi Sektor (Polsek) daerahnya dipilih menjadi tempat pengamanan soal Ujian Nasional (UN) para siswa SMA sederajat yang akan berlangsung pada 13-15 April ini.


Menurut dia, Rabu, soal UN untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) , Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Banjarmasin saat ini telah diamankan di Polsek Banjarmasin Tengah dan Polsek Banjarmasin Timur.

"Soal UN sudah kita terima tadi (Rabu), dan serah terimanya di SMA 2 Banjarmasin, setelah dicek lengkap lalu didistribusikan kedua Polsek untuk diamankan hingga pelaksanaan UN nanti," ujarnya.

Dia menjamin, soal UN yang merupakan dokumen negara di dua polsek itu tidak akan ada kebocoran, karena dijaga ketat oleh para petugas dan Disdik dan pintu dikunci dan disegel.

"Pokoknya standar pengamanannya sesuai standar nasonal pengamanan dukomen negara," tegasnya.

Sebagaimana yang pernah dia sebutkan sebelumnya, bahwa siswa yang mengikuti UN 2015 ini sebanyak 8.377 orang.

Murlan merincikan, siswa yang mengikuti UN ini masing-masing adalah tingkat SMA Negeri berjumlah 2.596 orang, SMA Swasta 987 orang, tingkat Madrasah Aliyah (MA) Negeri sebanyak 790 orang, MA Swasta sebnyak 174 orang, Sekolah Menengah kejuruan (SMK) Negeri sebanyak 2.204 orang, SMK Swasta sebanyak 1.615 orang.

"Ditambah 11 siswa Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), hingga totalnya 8.377 orang," tuturnya.

Dikatakan Murlan, bahwa ruangan kelas yang akan digunakan untuk pelaksanaan UN SMA sederajat di daerah ini sebanyak SMA/MA 272 buah dan SMK 206 buah.

Menurut dia, saat ini yang harus dilakukan peserta UN belajar dengan giat agar nantinya bisa lancar menjawab semua soal dan mendapatkan nilai yang tinggi.

Dan dia berharap semua siswa yang ikuti UN tahun ini tidak ada yang terkena kendala, baik itu sakit atau pun aral lainnya, hingga semuanya bisa berhasil lulus.

"Meski kebijakannya sekarang ini tidak semuanya lagi hasil UN menjadi patokan nilai kelulusan, tapi saya minta siswa tetap bersemangat untuk mendapatkan prestasi dengan nilai tertinggi," paparnya.


Pewarta: Sukarli
: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026