Permintaan Ketua Komisi IV yang juga membidangi keagamaan itu melalui WA-nya menjawab Antara Kalsel di Banjarmasin, Kamis sehubungan pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia Tahun 2021 oleh pemerintah.
Anggota DPRD Kalsel dua periode itu menyatakan turut prihatin atas kebatalan pemberangkatan jamaah Calhaj dari Indonesia, termasuk asal provinsinya yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa dengan mayoritas Muslim tersebar pada 13 kabupaten/kota.
"Kita semua tentunya mengharapkan pembatalan keberangkatan jemaah Calhaj tersebut tidak terjadi," ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin itu.
Namun wakil rakyat yang terkenal "vokal" dalam membela dan memperjuangkan aspirasi masyarakat itu mengingatkan atau menyarankan kepada pemerintah agar memberikan pilihan bagi Calhaj yang batal berangkat tersebut berkaitan dana yang mereka setor.
"Misalnya, apakah dana setoran untuk berangkat haji itu bisa mereka tarik semetara dengan tetap terdaftar dan mendapat prioritas keberangkatan atau menjadi deposito syariah," saran politikus Partai Gerindra tersebut.
"Hal lain yang tidak kalah penting, yaitu pemerintah harus meyakinkan dan menjamin keamanan dana yang sudah mereka setorkan," tegas laki-laki kelahiran Banjarmasin Tahun 1971 itu.
Selain itu, bagaimana cara pemerintah memberi pengertian bahwa penundaan keberangkatan haji bukan kehendak siapapun, tapi karena Allah menentukan lain.
"Namun walau mengalami penundaan keberangkatan, insya Allah pahala niat berhaji sama nilainya di hadapan Allah SWT," demikian Lutfi Saifuddin.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.