Tuntutan aliansi mahasiswa tersebut, mereka sampaikan saat berunjuk rasa di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Kamis.
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Aliansi mahasiswa di Provinsi Kalimantan Selatan menuntut pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo agar memperbaiki perekonomian rakyat di negeri ini.
Tuntutan aliansi mahasiswa tersebut, mereka sampaikan saat berunjuk rasa di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Kamis.
Pasalnya, menurut aliansi mahasiswa tersebut, perekonomian rakyat masih belum menggembirakan, terlebih dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini.
Sementara sejumlah kebijakan pemerintah, mereka nilai, belum sepenuhnya berpihak pada perekonomian rakyat.
Sebagai contoh mengenai bahan bakar minyak (BBM) masih belum memberikan masyarakat dalam berusaha, serta masalah beras atau kebutuhan pangan lain yang belum teratasi secara tuntas.
Mereka meminta DPRD Kalsel menyampaikan tuntutan tersebut ke pemerintah pusat atau memperjuangkannya melalui Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam kesempatan pertama atau dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Aliansi mahasiswa itu terdiri antara lain dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) serta sejumlah organisasi intra dan ekstra universitas atau perguruan tinggi di "kota seribu sungai" Banjarmasin tersebut.
Di hadapan pengunjuk rasa tersebut, Wakil Ketua DPRD Kalsel H Hamsyuri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), selain mengapresiasi, juga berjanji akan menyampaikan tuntutan aliansi mahasiswa itu.
Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kalsel Asbullah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan turut prihatin terhadap kondisi masyarakat sekarang, karena kebijakan-kebijakan yang kurang pro rakyat.
Oleh sebab itu, pihaknya berjanji pula akan memperjuangkan, apa yang menjaid aspirasi masyarakat melalu lembaga dewan perwakilan rakyat, sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku. ***4***
Pewarta: Syamsudin Hasan: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.