"Karena itu, pers Indonesia (termasuk Kalsel = red) mesti tetap berdiri pada paradigma kebebasan pers yang bertanggung jawab," ujar politikus muda Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut di Banjarmasin, Senin (3/5).
Selain itu, menggunakan kebebasan pers yang diperoleh secara profesional, lanjut dia melalui WA-nya menjawab Antara Kalsel sehubungan dengan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2021.
Dalam kaitan HKPS 2021, kader PDI Perjuangan itu mengutip pandangan mendiang Soekarno/Presiden pertama Republik Indonesia yang juga mengutip pendapat orang lain.
"Hanya ada dua hal yang bisa membuat sesuatu terang di kolong langit ini, di bumi ini pertama ialah matahari di langit, kedua ialah pers di dunia," ujar Bung Karno seperti dikutip Bang Dhin.
Mendiang Soekarno itu juga meminjam ucapan Mark Twain, penulis Amerika saat pidato pembukaan jurusan Publisistik Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat Universitas Indonesia di Jakarta, 12 Desember 1959.
Bung Karno, Bung Hatta bersama pemimpin Indonesia lainnya sedang mengadakan konferensi pers, 1945.
Menurut Bung Karno, kutip wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VI/Kabupaten Kotabaru dan Tanbu itu, penghargaan dan penilaian terhadap jurnalis macam-macam. Ada yang memujinya setinggi langit, seperti Mark Twain, tapi ada yang ada yang membencinya serendah sampah.
"Sebaliknya jikalau kita bertanya kepada Rudyard Kipling, — Saudara-saudara mengetahui nama Rudyard Kipling, hai mahasiswa-mahasiswa, sebab saja tahu kebanyakan saudara-saudara belum membaca Rudyard Kipling, paling-paling mengetahui, wah, Rudyard Kipling yang menulis "East is east and west is west and never the twain shall meet", kutipnya.
"Rudyard Kipling menyebutkan "Press, that old black art; that old black artcalled the press," jelas Bung Karno sebagaimana dikutip Bang Dhin.
Masih mengutip pendapat Rudyard Kippling, anggota DPRD Kalsel tersebut mengatakan, pers merupakan seni hitam yaitu selain alat penerangan atau pemberi informasi juga sebagai senjata untuk menyerang lawan para pemilik pers (memanipulasi pembaca dan pemirsanya).
"Apakah mereka (pers) bagian dari bangsa Indonesia? Kalau menjadi bagian bangsa, mereka harus bahu-membahu bergotong-royong untuk memimpin negeri ini," demikian Bang Dhin mengutip ucapan Megawati Soekarnoputri.
Selamat Hari Pers Sedunia.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.