...bantuan tersebut dilaksanakan melalui proyek pengembangan anyaman purun dan ilung, yang biasa disebut dengan Anpulung,"
Amuntai,  (AntaranewsKalsel) - Bank Indonesia Wilayah II Kalimantan berupaya membantu perajin di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, untuk bisa mendapatkan sertifikat yang bisa dijadikan agunan ke bank.


Kepala Bidang Perindustrian Sri Mainoor di Amuntai, Minggu mengatakan, bantuan tersebut dilaksanakan melalui proyek pengembangan anyaman purun dan ilung, yang biasa disebut dengan Anpulung.

Proyek Kluster Anpulung yang dimotori Bank Indonesia Wilayah II Kalimantan ini, kata Mainoor, telah selesai dilaksanakan pada akhir 2014.

Salah satu hasilnya, kelompok perajin yang menjadi basis "champion" proyek ini akan memiliki sertifikasi atas kepemilikan lahan bangunan dan lahan tanaman, yang berguna untuk agunan saat butuh pinajaman modal usaha keperbankan.

Melalui proyek pengembangan kluster Anpulung ini , pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) didampingi pejabat Bank Indonesia (BI) Wilayah Kalsel dan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan melakukan inventarisasi lahan milik peserta kluster, yakni KUB Kembang Ilung di Desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan.

"Perajin dibantu memiliki sertifikat lahan usaha dan lahan budidaya, agar sewaktu-waktu butuh tambahan modal usaha sertifkat tersebut bisa dijadikan agunan," kata Mainoor.

Lahan yang diinventarisir, kata Mainoor meliputi lahan bangunan KUB, lahan untuk tanaman budidaya purun yang belum memiliki sertikat.

"Selanjutnya disampaikan sosialisasi mengenai program sertifikasi yang dilanjutkan pengukuran tanah" katanya.

Selanjutnya, kata Mainoor pihak BPN membuatkan sertifikasi kepemilikan lahan tersebut secara gratis, semacam prona.

"Saat ini proses pengurusan sertifikat sedang dilakukan pihak KUB Kembang Ilung" tuturnya.

Diskuperindag Hulu Sungai Utara berharap proyek kluster Anpulung berbasis champion ini bisa dilanjutkan oleh BI wilayah II Kalsel di 2015 untuk meningkatkan pengembangan industri kerajinan yang ada di Kabupaten HSU.

Apalagi, sambungnya tantangan Industri Kerajinan di 2015 tengah memasuki komunitas perdagangan Masyarakat Ekonomi Negara-Negara ASEAN.

"Banyak kemajuan industri kerajinan yang diraih melalui proyek kluster Anpulung ini" kata Mainoor.

Kemajuan yang bisa dirasakan Pemerimtah Daerah HSU diantaranya desain kerajinan anyaman purun dan eceng gondok yang semakin beragam, peningkatan produktivitas dan pemasaran keluar daerah.

Selain itu, bantuan peralatan untuk mendukung peningkatan produksi kerajinan juga didapat KUB Kembang Ilung seperti tempat jemur, mesin press, kompressor, mesin genset dan mesin jahit cangklung.

Sedang perajin purun di Desa Palimbangan Gusti juga mendapatkan bantuan mesin penumbuk purun.

Mainoor menambahkan melalui proyek pengembangan kluster Anpulung, sejumlah SKPD turut dilibatkan yakni Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pertanian, Bagian Ekonomi Setda HSU dan Badan pemberdayaan perempuan.

"Badan pemberdayaan turut kita libatkan karena mayoritas tenaga perajin di HSU adalah perempuan" terangnya.

Dengan demikian, meski proyek Anpulung di 2014 usai dilaksanakan, keterlibatan SKPD terkait sangat diharapkan untuk membantu industri kerajinan daerah agar berkembang pesat.

Pewarta: Edy Abdillah
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026