Tahun ini tidak ada program pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) di daerah kita," ujarnya, saat berada di Balikota Banjarmasin
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Kota Banjarmasin Ahmad Fanani Saifudin mengungkapkan, program pembangunan rumah susun sewa untuk mengatasi wilayah kumuh di ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, nihil tahun ini.

"Tahun ini tidak ada program pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) di daerah kita," ujarnya, saat berada di Balikota Banjarmasin, Rabu.

Menurut dia, pemerintah kota (Pemkot) Banjarmasin sebenarnya sudah mengajukan permohonan untuk menambah rusunawa kepada pemerintah pusat, namun belum ada tindaklanjutnya.

"Kita sudah mengajukan untuk minta bantuan dibangunkan dua rusunawa lagi ke perintah pusat," ungkapnya.

Sebab, kata dia, adanya tiga buah rusunawa bantuan dari pemerintah pusat di Pekauman, Gang Ganda Magfirah, Banjarmasin Selatan, ternyata sangat berfungsi untuk mengatasi masalah kumuh di kawasan itu, dan memberikan hunian yang layak bagi warga.

Ia memaparkan, Pemkot sudah mengajukan untuk bantuan pembangunan rusunawa di daerah KS Tubun, Banjarmasin Selatan dan di daerah Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur.

"Ini profosalnya sudah beberapa tahun lalu kita ajukan ke Kementerian Pekerjaaan Umum (PU), dan belum ada kelanjutannya hingga kini," ucapnya sambil memperlihatkan profosal tersebut.

Ia membeberkan, minat masyarakat kalangan bawah untuk mendiami rusunawa cukup tinggi, bahkan sudah banyak yang mendaftar jauh-jauh hari mendengar akan adanya lagi pembangunan rusunawa.

Ia mengungkapkan, banyaknya peminat rusunawa di kota ini memang sangat menggembirakan pihaknya.

Karena, lanjutnya, selain program yang diberikan pemerintah pusat untuk mengatasi kekumuhan tersebut mendapatkan tanggapan yang baik dari masyarakat, masyarakat pun sudah memahami manfaat dari bantuan itu.

"Banyak masyarakat yang ingin mendapatkan fasilitas rusunawa ini," ujarnya.


Pewarta: Sukarli
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026