Satuan Brigade Mobile (Brimob) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan siap memusnahkan bahan peledak temuan berupa puluhan granat dan ratusan butir peluru yang ditemukan di Banjarmasin, Senin.  

"Kami siap memusnahkan bahan peledak itu jika memang diminta Polresta Banjarbaru yang menangani kasusnya," ujar Kasi Operasi Satbrimobda, AKP Iwan Hidayat di Banjarbaru, Selasa (24/5).

Menurut dia, pihaknya melalui tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Gegana sudah memeriksa bahan peledak yang terdiri dari 40 buah granat dan 100 butir peluru yang diduga sebagai peluru anti serangan udara.

Dia menjelaskan, granat yang sudah berkarat itu sudah dibersihkan guna mencari tanda atau kode yang bisa digunakan untuk mengetahui jenis dan tipe bahan peledak itu.

Tetapi, begitu dibersihkan sama sekali tidak didapati adanya tanda atau kode khusus di seluruh bagian granat sehingga jenis dan tipe barang berbahaya yang biasa digunakan untuk perang itu belum diketahui.

Demikian pula ratusan butir peluru yang diperiksa, tidak terdapat tanda atau kode yang bisa digunakan untuk mengenali jenis termasuk kapan dan dimana pembuatannya.

"Baik granat maupun peluru yang diperiksa sama sekali tidak ada tanda atau kode khusus sehingga sulit mengenali disamping kami sendiri tidak memiliki referensi yang mirip dengan bahan peledak itu," ungkapnya.

Namun, kata dia, dilihat dari bentuk granat diperkirakan sisa perang dunia II yang digunakan sebagai granat lontar untuk menghalangi pergerakan musuh di medan perang.

"Detonator masih terpasang di dalam sehingga granatnya masih aktif, sedangkan peluru jika melihat ukuran 12,7 milimeter biasanya digunakan untuk senjata mesin berat (SMB) anti pesawat udara," ujarnya.

Dikatakan, barang-barang berbahaya itu masih diamankan di "Bom Basket" atau tempat khusus mengamankan bahan peledak di markas Brimobda Polda Kalsel di Kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru.

"Sesuai prosedur, karena kasusnya ditangani Polresta Banjarmasin sehingga penanganan bahan peledak itu menunggu koordinasi apakah diledakkan atau tidak," katanya.

Kepala Bagian Operasi Polresta Banjarmasin Kompol Wahid Kurniawan mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan Kepala Polresta mengenai langkah yang diambil atas bahan berbahaya tersebut.

"Kami masih belum bisa memastikan langkah yang diambil karena masih menunggu arahah pimpinan apakah bahan peledak itu dimusnahkan atau tidak," katanya.

Bahan peledak berupa 40 buah granat dan 100 butir peluru yang tersimpan di dalam kotak kayu itu ditemukan pemulung besi bekas di kedalaman alur Sungai Barito perairan Bromo Banjarmasin, Senin.

Selanjutnya, dua kotak berisi barang berbahaya itu diamankan Satuan Polisi Perairan Polresta Banjarmasin dan diserahkan ke satuan Jihandak Gegana Brimobda Kalsel untuk diperiksa lebih lanjut./zal*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026