Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, Senin (23/5), meresmikan pembangunan jalan
khusus tambang sebagai jalur perlintasan armada angkutan tambang di provinsi
setempat.

Menandai dimulainya pembangunan jalan tambang itu, gubernur
menandatangani prasasti pembangunan disaksikan Direktur Utama PT Talenta Bumi
Dian Heriansyah, Bupati Banjar Khairul Saleh dan Bupati Batola Hasanuddin Murad.

"Kami sangat gembira karena jalan tambang untuk angkutan hasil
tambang dan hasil perkebunan bisa dimulai pembangunannya," ujar gubernur di
depan tamu dan undangan termasuk mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri.

Menurut dia, pembangunan jalan khusus tambang yang terletak di
kilometer 71 yang masuk wilayah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar itu
sudah dicanangkan sejak dirinya menjabat Sekda Kabupaten Banjar pada 1997.

Namun karena berbagai permasalahan, katanya, jalan yang panjangnya
mencapai 45,6 kilometer hingga ke Desa Lepasan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala
itu baru bisa dimulai pembangunannya pada Mei 2011.

Dikatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan jalan yang
diperkirakan memakan waktu satu tahun tersebut karena keberadaannya mendukung
penerapan peraturan daerah nomor 3 tahun 2008 tentang angkutan jalan.

Perda itu mengatur tentang larangan penggunaan jalan negara atau
jalan provinsi digunakan armada angkutan hasil tambang dan perkebunan karena
disinyalir banyak kelebihan beban sehingga cepat merusak badan jalan.

"Selain mendukung penerapan perda, keberadaan jalan khusus tambang
itu juga memberikan kenyamanan dan menjamin keselamatan warga karena tidak ada
lagi armada batu bara yang melintasi jalan negara," ungkapnya.

Direktur Utama PT Talenta Bumi, Dian Heriansyah, mengatakan,
pihaknya optimis pembangunan jalan yang melintasi dua wilayah kabupaten itu
selesai sesuai target waktu yang ditetapkan yakni satu tahun.

"Kami optimis pembangunan jalan khusus batu bara dan hasil
perkebunan ini dapat selesai sesuai target dan keberadaannya mampu meningkatkan
pendapatan daerah dari hasil tambang dan perkebunan," ujarnya.

Dijelaskan, jalan yang panjangnya mencapai 45,6 kilometer dibangun
di atas lahan dengan topografi tanah dan perbukitan sepanjang 9,6 kilometer dan
sepanjang 36 kilometer berupa lahan rawa.

Infrastruktur pendukung yang juga dibangun berupa tiga buah
jembatan, satu jalan bawah tanah termasuk satu buah pelabuhan khusus batu bara
di Desa Lepasan Bakumpai Batola seluas 22 hektar.

"Badan jalan yang dibangun lebarnya 11 meter, induk jalan 9 meter
dan bahu jalan 1 meter, sedangkan pelabuhan khusus batu bara diperkirakan mampu
menampung batubara 10 juta ton per tahun," katanya./zal*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026