Selatan untuk warga berlangsung lancar.
"Pembagian paket kepada warga penerimanya berlangsung lancar dan
tidak ada hambatan berarti di lapangan," ujar Ketua Satuan Tugas Konversi Minyak Tanah ke Gas Kota Banjarbaru, Subagiyono, Sabtu.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan
Energi Kota Banjarbaru itu, jumlah paket yang sudah dibagikan kepada warga
penerimanya sejak pembagian tahap pertama awal Mei 2011 sebanyak 13 ribu.
Jumlah itu lebih dari separoh kepala keluarga yang terdata sebagai penerima paket sebanyak 24.202 KK dari total kuota paket yang disiapkan untuk Kota Banjarbaru sebanyak 37.840 paket.
"13.000 paket tersebut sudah diserahkan kepada warga yang terdata sebagai penerimanya dan sisanya kami perkirakan habis dibagikan akhir bulan
Mei," katanya.
Dikatakan, pihaknya optimis seluruh kuota yang ditetapkan sebanyak
37.840 paket bisa dibagikan kepada seluruh warga penerima meski pun penyerahan paket dilaksanakan pada tahap kedua nanti.
"Saat ini pembagian difokuskan kepada 24.202 kepala keluarga yang
terdata. Sisanya dari total keseluruhan 37.840 paket diserahkan pada pembagian
tahap kedua dan kami yakin kuota itu terpenuhi," ujarnya.
Ia mengatakan lebih lanjut, pihaknya menerima laporan terkait ulah oknum yang mengatasnamakan anggota satgas maupun petugas PT Pertamina yang
mendatangi rumah-rumah warga penerima paket elpiji.
Mereka dengan dalih memeriksa kelengkapan paket yang dibagikan
mencoba mempengaruhi warga dan menyatakan paket tersebut tidak memenuhi standar nasional sehingga membujuk warga membeli produk yang ditawarkan.
"Ujung-ujungnya oknum itu menawarkan produk miliknya dengan harga
mahal sehingga kami minta warga waspada dan jangan melayani oknum yang mengaku anggota satgas atau petugas PT Pertamina karena itu penipuan," ujarnya.
Ditekankan, paket elpiji yang diserahkan kepada warga penerima baik
tabung, selang, regulator maupun kompor sudah memiliki standar nasional sehingga tidak perlu diganti dengan yang baru.
Warga penerima paket juga dihimbau menggunakan peralatan memasak itu
secara baik dan benar sehingga dapat merasakan manfaat dari program konversi minyak tanah ke gas yang dicanangkan pemerintah tersebut.
"Sepanjang digunakan secara baik dan benar, paket berupa peralatan
memasak itu aman dan mudah dioperasikan sehingga warga jangan takut menggunakan peralatan tersebut," katanya.(yos/B)l
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.