....Karena terkadang bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar tak bermasalah, tapi gas elpiji dan minyak tanah (mitan) yang ada masalah,"Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Sekretaris Komisi III bidang pembangunan dan inftrastruktur DPRD Kalimantan Selatan Ibnu Sina berpendapat persoalan bahan bakar minyak bagaikan lingkaran setan.
Oleh karenanya sulit mengatasi persoalan tersebut, kecuali ada komitmen dan keseriusan semua pihak dalam penanganan, lanjut Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi itu, di Banjarmasin, Jumat.
"Mengapa saya katakan bagaikan lingkaran setan? Karena terkadang bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar tak bermasalah, tapi gas elpiji dan minyak tanah (mitan) yang ada masalah," katanya.
Begitu pula terkadang di Kalsel tidak ada masalah, tapi di provinsi lain bermasalah, seperti antrean panjang untuk mendapatkan BBM bersubsidi pada Stasiun Pengisian Bensin Umum (SPBU), serta sulit mencari elpiji dan mitan.
Sebagai contoh persoalan elpiji dan jenis BBM lain di Kalsel yang terdiri 13 kabupaten/kota belakangan ini masih terkesan silih berganti. "Kadang-kadang elpiji langka dan kosong. Terkadang jenis BBM lain," katanya.
Terhadap persoalan tersebut, anggota DPRD Kalsel tiga periode itu berharap, agar pemerintah mencari akar permasalahan dan terus berupaya menemukan solusi secara permanen, bukan dengan cara-cara yang instan.
Menurut dia, semestinya pemerintah mengembangkan dan memberdayakan secara maksimal terhadap potensi sumber daya energi yang sudah tergali. "Bukan sesudah menemukan, tapi justru terkesan tak ada tindak lanjut," lanjutnya.
Seperti di Kalsel, katanya, ada temuan sumber daya energi antara lain berupa gas metan di Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Banjar. "Tapi apa tindak lanjutnya," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
"Memang berdasarkan hasil survai/penelitian, di cekungan Barito menyimpan banyak sumber daya energi. Hanya saja belum tergali serta termanfaatkan secara maksimal," lanjutnya.
Alumnus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) yang berkampus di Banjarbaru itu berharap, pemerintah harus gigih dan tiada henti untuk mencari energi alternatif sebagai salah satu solusi terhadap permasalahan BBM.
"Saya kira Indonesia mampu untuk itu, asalkan ada kemauan yang kuat dan keras, tanpa banyak melibatkan peran investor asing," demikian Ibnu Sina.
Pendapat mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam yang kini menjadi wakil rakyat tingkat provinsi tersebut menanggapi persoalan yang silih berganti mengenai BBM dan gas elpiji di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel.
Pewarta: Syamsuddin Hasan: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.