Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin berharap para pemuda bisa mewarisi
semangat pejuang Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.

Hal tersebut disampaikan pada Upacara Peringatan HUT ke-62
Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan yang
dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Rabu (18/5).

Pada upacara yang juga dihadiri para veteran kemerdekaan tersebut
Gubernur berharap semangat Tentara ALRI Divisi IV dalam mempertahankan daerahnya
dari penjajahan Belanda, bisa terus diwarisi khususnya oleh generasi muda di
Kalimantan Selatan.

Menurut dia, dalam konteks kekinian, semangat para pejuang dapat
diimplementasikan dalam bentuk kerja keras berbuat yang terbaik untuk bangsa dan
negara termasuk memajukan daerah.

"Dengan peringatan ini mudah-mudahan dapat mewariskan nilai-nilai
kejuangan, semangat ini sangat penting untuk diwariskan demi kemajuan bangsa dan
Negara," ungkap Rudy.

Pada kesempatan tersebut juga diisi dengan pembagian buku berjudul
"Gerakan Tengkorak Putih, Sebuah Kelompok Gerilya di Kalimantan Selatan
1949-1950".

Buku tersebut dibagikan kepada para tokoh Kalsel antara lain Ketua
MUI Kalsel HA Makkie, perwakilan Kapolda Kalsel, perwakilan Kepala Kejaksaan
Tinggi, dan beberapa forum koordinasi pimpinan daerah lainnya.

Pembagian buku karangan Wajidi ini dilakukan untuk memberikan
pemahaman kepada masyarakat bahwa ada sebuah gerakan gerilya yang keberadaannya
sering dilupakan.

Gerakan Tengkorak Putih adalah sebuah kelompok gerilya yang eksis
pada periode akhir Perang Kemerdekaan Indonesia di Kalsel.

Secara organisatoris, gerakan ini berada di luar organisasi tentara
ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.

Meskipun keberadaan Gerakan Tengkorak Putih relatif singkat yakni
sejak pertemuan 2 September 1949 di Minggu Raya hingga tahun 1950, aksi-aksinya
cukup berarti terhadap kemajuan gerilya dan perkembangan politik waktu itu./B*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026