Dari data yang kami dapat dari Pertamina, pengguna Pertamax di daerah ini baru dua persen dari total pengguna BBM jenis premium,"Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan Kustono Widodo mengatakan pemanfaatan Pertamax di daerah ini baru sekitar dua persen dari total pemanfaatan BBM di seluruh daerah.
Rendahnya pemanfaatan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, terutama premium, karena kesadaran masyarakat menggunakan Pertamax juga masih rendah, kata Kustono Widodo di Banjarmasin, Kamis.
"Dari data yang kami dapat dari Pertamina, pengguna Pertamax di daerah ini baru dua persen dari total pengguna BBM jenis premium," katanya.
Kondisi tersebut, tambah dia, memicu sering terjadinya kelangkaan premium dan solar bersubsidi di daerah ini, sehingga perlu langkah-langkah antisipasi yang cukup efektif untuk menggerakan budaya memanfaatkan pertamax bagi masyarakat yang tidak berhak menggunakan BBM bersubsidi.
Bukan hanya masyarakat biasa yang menggunakan BBM bersubsidi, di beberapa SPBU juga masih sering terlihat mobil dinas pemerintah memanfaatkan BBM bersubsidi, juga mobil-mobil mewah, padahal ketentuaanya, sudah wajib menggunakan Petramax.
Mengantisipasi terjadinya penyelewengan pemanfaatan BBM bersubsidi, tambah dia, Pertamina dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mewajibkan pemasangan CCTV di setiap lokasi SPBU di wilayah tersebut.
Melalui pemasangan CCTV tersebut, kata dia, kemungkinan terjadinya penyimpangan di SPBU bisa langsung terdeteksi secara jelas.
"Pemasangan CCTV ini mampu menekan aksi penyimpangan BBM di lingkungan SPBU, karena oknum pegawai SPBU tidak berani melakukan penyimpangan," katanya.
Sebab, kata dia, pertamina akan menjatuhkan sanksi satu bulan tidak mendapat pasokan BBM setiap terjadi penyimpangan BBM.
Sejauh ini, tambah dia, sudah banyak SPBU di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang mendapatkan sanksi dari pertamina terkait aksi penyimpangan BBM bersubsidi ini. Penggunaan CCTV dinilai cukup efektif untuk memantau 75 buah SPBU yang tersebar di Kalsel.
Selain memanfaatkan CCTV, Satgas Pengawasan Distribusi BBM pun terus melakukan razia di lapangan. Dari rekaman CCTV tersebut diperoleh data bahwa masih rendahnya kesadaran masyarakat kelompok ekonomi kuat atau orang kaya yang dengan sadar tetap mengonsumsi BBM bersubsidi.
"Hingga kini hanya dua persen masyarakat yang menggunakan pertamax, mobil-mobil mewah justru banyak ikut membeli premium," katanya.
Pewarta: Ulul Maskuriah: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.