"Pasalnya jalan Marabahan - Sungai Puting - Kelumpang yang merupakan jalan alternatif angkutan sembako ke daerah hulu sungai atau 'Banua Anam' Kalsel tersebut kini kondisinya rusak," ujar politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu di Banjarmasin, Selasa (16/2) lalu.
"Jangan sampai jalan Marabahan Batola - Sungai Puting Tapin - Kelumpang HSS tersebut rusak parah," lanjut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel IV/Kabupaten Tapin, HSS dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu.
Namun mantan Ketua DPRD "Bumi Rakat Mufakat" atau "Bumi Perjuangan Antaludin" HSS itu mengingatkan, dalam perbaikan jalan Marabahan Batola - Sungai Puting Tapin - Kelumpang HSS juga jangan mengenyampingkan masalah drainase.
"Sebab selain bisa memperindah artistik jalan itu sendiri, juga dapat berfungsi sebagai penunjang kekuatan jalan supaya bertahan agak lama atau tidak terlalu cepat rusak," ujar anggota Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi perhubungan tersebut.
"Karena dengan drainase yang baik dan terpelihara dengan baik pula, maka kemungkinan genangan air yang cukup lama dan bisa mempercepat kerusakan badan jalan tidak akan terjadi atau setidaknya kita minimalkan," demikian Ardiansyah.
Selain bisa berfungsi untuk jalan alternatif angkutan sembako ke/dari Banjarmasin - daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalsel, juga dapat mempercepat hubungan dengan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Sebab warga dari Kalteng yang mau ke daerah hulu sungai Kalsel misalnya Barabai (165 kilometer utara Banjarmasin) atau sebaliknya kalau mau cepat bisa lewat Marabahan - Sungai Puting - Kelumpang Kandangan.
Berbeda dengan sebelum ada akses jalan Marabahan - Sungai Puting - Kelumpang kalau dari Kalteng ke Banua Anam Kalsel atau sebaliknya harus lewat Banjarmasin atau jalan lingkar utara/Jalan Guber Syarkawi yang jaraknya agak jauh serta makan waktu relatif lama.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.