Sepasang sejoli siswa SMAN 2 Banjarbaru Kalimantan Selatan merayakan kelulusan dengan berlari mengelilingi lapangan.

Sejoli bernama Bangkit dan Ade Sulistyo memilih mengelilingi lapangan Murdjani depan Balai Kota Banjarbaru untuk merayakan kelulusan usai mengikuti ujian nasional tingkat SMA sederajat.

"Lari mengelilingi lapangan Murdjani merupakan nazar apabila lulus ujian sehingga begitu dinyatakan lulus saya langsung memenuhi nazar itu," ujar Bangkit, di temui di sela-sela aksinya, Senin siang.

Aksi lari siswa SMAN 2 jurusan Bahasa itu dilakukan di tengah aksi konvoi rekan-rekannya yang merayakan kelulusan dengan menggunakan sepeda motor dan seragam dipenuhi corat-coret spidol maupun cat semprot.

Sebaliknya, Bangkit dengan rasa penuh percaya diri berlari mengelilingi lapangan sebanyak tiga kali dan diperkirakan menempuh jarak dua kilometer lebih, lengkap mengenakan seragam putih abu-abu kebanggaannya.

Berbeda pula dengan seragam rekan-rekannya yang penuh coretan, seragam siswa bertubuh tinggi itu tidak terlihat coretan kecuali nama satu rekannya yang tertulis di atas kantong kiri seragam.

"Kebetulan tadi seorang teman tiba-tiba langsung menuliskan namanya sehingga tidak sempat mengelak hingga ada tulisan namanya di seragam," ucap siswa di Komplek Griya Yudha Utama Jalan Trikora Banjarbaru itu.    
Sementara, saat sang pacar berlari keliling lapangan dengan tubuh dipenuhi keringat, Ade memilih berteduh di bawah pohon peneduh yang banyak terdapat di sekeliling area publik itu.

"Tadinya saya mau ikutan lari keliling lapangan tetapi cuacanya panas sekali sehingga tidak ikut lari-lari dan berteduh di bawah pohon saja," ucap Ade beralasan.

Dikatakan Ade yang masih satu kelas dengan Bangkit, aksi konvoi dan corat-coret seragam bukan sikap yang baik karena berdampak negatif baik mengganggu lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan lain.

"Makanya kami memilih lari keliling lapangan daripada ikut-ikutan konvoi dan corat-coret seragam yang lebih banyak negatifnya karena mengganggu lalu lintas dan membahayakan orang lain," ujar Ade.

Kepala SMAN 2 Banjarbaru Khairil Anwar mengatakan, pihaknya salut atas sikap dua orang anak didiknya karena lebih memilih melakukan sikap positif dibanding aksi konvoi dan corat-coret seragam.

 "Kami salut atas sikap keduanya dan sejatinya berharap sikap itu diikuti siswa-siswi lain sehingga tidak melakukan konvoi dan corat-coret seragam dalam merayakan kelulusan," katanya.(yos/B)




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026