Banjarmasin, (AntaranewsKalsel) - H Muhidin kini masih menjabat Wali Kota Banjarmasin, yang ingin mencalonkan diri selaku calon Gubernur Kalimantan Selatan mengaku mengincar mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum H Hafiz Anshary sebagai calon wakil gubernur atau pendampingnya.


"Kalau memilih wakil gubernur (wagub) nanti, saya memilih bapak Hafiz Ansahry (mantan Ketua KPU)," ujar H Muhidin di Banjarmasin, Senin.

Dia beranggapan, mantan Ketua KPU Pusat yang merupakan asli urang Banjar itu cukup berpengalaman bidang organisasi, bahkan sudah pernah menduduki kursi petinggi tingkat nasional. "Pastinya beliau sangat pintar, baik lagi," ucapnya.

Namun, kata dia, keinginannya itu bukan hal yang sudah tetap, sebab pemilihan Gubernur Kalsel periode 2015-2020 nantinya tidak berpasangan atau atau satu paket memilih calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub).

"Berkehendak dulu kan tidak apa-apa, tapi saya juga bukan mempolitisasi keadaan sebelum pemilihan kepala daerah atau Pilkada Kalsel," tegasnya.

Ia menyatakan, dirinya sudah sangat siap mengikuti Pilkada Gubernur pada 2015 dengan memilih melalui independen. "Kalau ditanya apakah sudah siap, saya nyatakan sudah sangat siap," katanya.

Dia memilih lewat independen atau perorangan, karena baginya melalui jalur tersebut lebih nyaman. "Kalau kalah, tidak ada yang disalahkan," ucapnya.

Dia pun menegaskan tidak akan mengikuti pemilihan wali kota (Pilwakot) Banjarmasin untuk yang kedua kalinya. "Pokoknya ikut Pemilihan Gubernur (Pilgub), bukan Pilwalikot lagi," demikian Muhidin.

Ketika Pilkada Kota Banjarmasin tahun 2010, Muhidin diusung Partai Bintang Reformasi (PBR) yang saat itu dia sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) partai politik (parpol) tersebut untuk tingkat Provinsi Kalsel.

Kemudian hengkang ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjadi Ketua DPW parpol tersebut pada tingkat provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota itu.

Dalam perjalanan sebagai orang nomor satu di jajaran pemerintah kota (Pemkot) Banjarmasin, mantan guru olahraga dan mantan anggota DPRD Kalsel dari PBR tersebut keluar dari PAN.

Pilgub Kalsel bersamaan dengan tujuh kabupaten/kota di provinsi tersebut, yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru.


Pewarta: Sukarli
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026