...idealnya anggota kepolisian di Polda Kalsel 16.000 orang tetapi yang ada baru 8.000 orang,"
Banjarbaru, (AntaranewsKalsel) - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan masih kekurangan lebih dari 8.000 personel kepolisian yang dibutuhkan untuk melayani masyarakat di provinsi setempat.

"Idealnya anggota kepolisian di Polda Kalsel 16.000 orang tetapi yang ada baru 8.000 orang," ujar Kapolda Kalsel Brigjend Pol Machfud Arifin di Kota Banjarbaru, Senin.

Ia mengatakan hal itu usai melantik 329 siswa yang dinyatakan lulus pada pendidikan pembentukan Brigadir Polri dan diberikan pangkat brigadir polisi dua (bripda).

Menurut dia, kekurangan personel itu berdampak terhadap pelayanan yang diberikan kepolisian kepada masyarakat karena jumlah personel tidak sebanding.

"Standar PBB, satu anggota polisi melayani 400 orang penduduk, tetapi untuk personel Polda Kalsel melayani 756 orang penduduk sehingga masih belum memenuhi standar," ucapnya.

Dikatakan, selain masih belum memenuhi standar internasional, kekurangan personel juga membuat anggota Polri rangkap jabatan demi melayani masyarakat.

"Makanya, ada anggota polisi dari satuan lalu lintas merangkap bintara pembina keamanan dan ketertiban karena tujuannya untuk membantu melayani masyarakat," kata dia.

Ditambahkan, kekurangan jumlah personel mencapai 50 persen dari kebutuhan, cukup tertutupi dengan kelulusan anggota Polri yang menjalani pendidikan di SPN Banjarbaru.

"Sekolah Polisi Negara Banjarbaru setiap tahun meluluskan ratusan anggota Polri sehingga hal itu cukup membantu memenuhi kebutuhan personel yang masih kurang," ujarnya.

Ditekankan, khusus penambahan personel akhir 2014 tergolong banyak karena jumlahnya mencapai 410 orang terdiri dari 205 polisi laki-laki dan 205 polisi wanita atau polwan.

"Penambahan personel kali ini cukup banyak karena sebelumnya berkisar 200 orang sehingga kami sangat bersyukur jumlah personel semakin bertambah," katanya.


Pewarta: Yose Rizal
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026