Sekretaris Balitbangda Rahmi di Paringin, Kamis (28/1) mengungkapkan, kunjungan tersebut diharapkan akan mampu menumbuhkan semangat bagi penyelenggara pemerintah daerah untuk terus melakukan inovasi melalui kegiatan mentoring BPP Kemendagri.
"Kami juga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga karena telah diberikan kesempatan untuk menggali informasi dalam rangka menselaraskan kebijakan daerah dan pusat," ungkapnya.
Analis kebijakan madya Bidang Inovasi Daerah BPP Kemendagri, Jonggi Tambunan mengapresiasi progres dan capaian indeks inovasi Kabupaten Balangan di tahun 2020, dan berharap dapat merubah mindset bagi seluruh aparatur di daerah untuk menjadikan inovasi sebagai budaya kerja dalam menjawab setiap permasalahan dalam layanan dan pembangunan di daerah.
"Inovasi bukanlah suatu program dan kegiatan, akan tetapi inovasi hadir disemua program dan kegiatan. Inovasi hadir tanpa harus bergantung dengan ketersediaan anggaran justru inovasi hadir karena keterbatasan anggaran di daerah," tuturnya.
Menurut dia, inovasi daerah harus lahir dari permasalahan yang ada seperti minimnya SDA, SDM, bahkan PAD yang membuat daerah harus berani menciptakan solusi yang inovatif.
Diketahui saat ini BPP Kemendagri melalui Pusat Jejaring Inovasi Daerah (Puja Indah) telah tersedia sebanyak 22 inovasi layanan digital yang dapat direplikasi oleh daerah guna efektifitas dan efisiensi tata kelola dan pelayanan publik.
Kemitraan berlanjut dengan MOU replikasi Puja Indah dan mentoring inovasi daerah di tahun 2021.
Pewarta: Ragil DarmawanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.