Banjir setinggi dua meter merendam sekitar 620 rumah di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, sejak Jumat (23/7) sore sekitar pukul 15:00 Wita hingga Sabtu (24/7).

"Banjir besar yang melanda Kecamatan Kintap dan Jorong membuat ratusan rumah terendam total hingga atap," kata Kepala Bidang Linmas dan Penanggulangan Bencana Alam Pemkab Tala Tony Permana, Sabtu.

Akibatnya, kata dia, tidak kurang dari seribu warga daerah tersebut terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi atau ke rumah keluarga yang tidak terendam.

Sedangkan sebagian lainnya, kata dia, yang rumahnya tidak terendam sampai atap memilih bertahan di atas rumah, karena menganggap banjir yang terjadi merupakan banjir tahunan sehingga sudah terbiasa.

Beberapa desa yang terendam yaitu di Kecamatan Kintap antara lain Desa Kintap Pura RT 4 sebanyak 150 kepala keluarga atau 600 orang rumahnya terendam penuh dan RT 3 sebanyak 150 kepala keluarga atau 600 jiwa dengan ketinggian air hingga setengah dari tiang rumah.

Banjir besar juga terjadi di di Desa Kintap Lama RT 4 sebanyak 26 rumah yang dihuni 350 jiwa, RT 5 sebanyak 70 rumah yang dihuni 490 orang dan Desa Pasir Putih RT 1 dan 2 sebanyak 32 rumah yang dihuni 112 orang.

"Sebagian besar rumah di daerah tersebut juga terendam hingga atap, sehingga warga juga harus mengungsi," katanya.

Sedangkan di Kecamatan Jorong desa yang terendam yaitu di Desa Asam-Asam sebanyak 316 rumah yaitu di Desa Jorong Sei Baru di dua RT sebanyak 76 rumah yang dihuni oleh 200 orang dan 46 rumah dihuni 80 orang.

Menurut Tony, hingga saat ini belum teridentifikasi adanya korban hilang maupun meninggal, karena begitu air datang warga langsung waspada dan melakukan persiapan bila terjadi sesuatu yang luar biasa.

Beberapa pejabat terkait antara lain Camat Kintap M. Hanil dan Camat Jorong Gatot langsung turun ke lapangan memimpin evakuasi dan memantau masyarakat bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk membantu masyarakat yang terkena musibah banjir, kata Tony, kini pihaknya telah mendirikan dapur umum dan memberikan bantuan kebutuhan pangan hingga beberapa hari ke depan dibantu oleh dinas dan instansi terkait.

"Seluruh peralatan evakuasi juga telah kita siapkan, mengantisipasi kemungkinan banjir yang terus meninggi dan meluas," katanya.

Banjir yang melanda daerah tersebut terjadi setelah hujan secara terus menerus turun dalam dua hari terakhir, sehingga sungai di sekitar Kecamatan Kintap dan Jorong yang kini sebagian besar mengalami pendangkalan tidak mampu lagi menampung luapan air.

"Kami berharap tidak ada lagi hujan dalam beberapa hari ke depan, terutama di daerah atas atau gunung," katanya.

Bila hujan terus terjadi, kata dia, dikhawatirkan banjir akan lama dan terus meluas hingga beberapa daerah lainnya.

Kecamatan Kintap dan Jorong menjadi daerah langganan banjir dalam setiap tahunnya, sejak di Kabupaten tersebut banyak terdapat perusahaan tambang batu bara dan terjadinya alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan sawit.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026