"Kalau musim kemarau lalu fokus pada masalah bencana kebakaran, tapi kini fokus menghadapi kemungkinan bencana seiring tibanya musim penghujan," ujar Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Sofian AH, Rabu.
"Kita sudah menyiapkan segala perangkat atau keperluan lain untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana, termasuk personel penggulangan bencana kita siagakan," katanya.
Sebagaimana pengalaman tahun-tahun lalu, lanjutnya, musim penghujan bukan cuma menimbulkan bencana banjir, tapi bisa juga berupa tanah longsor serta angin kencang yang merusak permukiman warga.
"Oleh sebab itu, kami mengimbau semua warga masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai kemungkinan bencana yang muncul dengan musim penghujan," katanya menjawab Antara Kalsel.
Begitu pula semua BPBD kabupaten/kota se-Kalsel agar selalu waspada dan siaga terhadak berbagai kemungkinan terjadinya bencana di daerah masing-masing, lanjutnya di sela-sela pembukaan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) di Banjarmasin.
Ia menyatakan, di provinsinya yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut hingga saat ini belum ada bencana banjir. "Karena memang baru peralihan musim," ucap Sofian yang juga Staf Ahli Gubernur Kalsel bidang pemerintahan itu.
"Dalam pengalaman tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan perkiraan cuaca dari Badan Meterologi dan Geofisika (BGM), musim penghujan dengan curah hujan yang tinggi mulai Januari 2015," tuturnya.
"Untuk itu pula, mulai Januari mendatang, semua warga harus meningkatkan kewaspadaan, guna menghindari korban bila terjadi bencana, baik berupa banjir maupun tanah longsong dan betuk lain," imbaunya.
Dengan peningkaran kewaspadaan, dia berharap, secara bersama-sama dapat meminimalkan dampak dari bencana yang disebabkan tibanya musim penghujan.
"Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel hampir semua berpotensi kemungkinan terjadinya bencana pada musim penghujan, hanya bentuk dan tingkatan bencananya yang mungkin berbeda," ujarnya.
"Seperti di Kota Banjarmasin dampak dari musim penghujan itu berbeda dengan daerah hulu sungai atau `Banua Anam` Kalsel, serta wilayah timur provinsi tersebut," demikian Sofian.
Banua Anam Kalsel meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong.
Sedangkan wilayah timur Kalsel terdiri dari Kabupaten Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu), dan Kabupaten Kotabaru yang berbatasan dengan Selat Makassar dan Laut Sulawesi.
Pewarta: Syamsuddin Hasan: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.