Banjarmasin,(Antaranews Kalsel) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, merealisasikan target 7.500 sambungan air bersih untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) selama 2014.


"Target pemasangan sambungan air ledeng untuk MPR adalah sebanyak 7.500 sambungan, sebelumnya sudah terpasang sekitar 6.000 sambungan, dan tahun 2014 ada 1.500 sambungan baru sehingga target sudah tercapai," kata Supervisor Pelayanan Sambungan Baru PDAM Bandarmasih, H Taufiqqurrahman kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu.

Ia menyatakan pemasangan sambungan air bersih untuk MBR merupakan program yang memperoleh bantuan dari Pemerintah Australia untuk meringankan beban masyarakat miskin dalam memperoleh pelayanan air bersih.

Program tersebut juga sekaligus untuk mendukung komitmen PDAM setempat yang menargetkan pelayanan air bersih 100 persen kepada seluruh warga kota, baik yang kaya maupun yang miskin.

Dengan adanya program air bersih untuk MBR maka biaya pemasangan baru bagi pelanggan baru itu akan terjangkau oleh masyarakat miskin yang berada di berbagai lokasi kota seperti kebanyakan wilayah pinggiran.

Menurut dia, pemasangan sambungan air bersih untuk MBR tersebut merupakan bantuan hibah Pemerintah Australia tahun 2013 dan sebagai kelanjutan program serupa 2010-2011 dengan pemasangan 6.000 sambungan.

Penerima program sambungan air bersih untuk MBR tersebut adalah warga miskin, dan penerima program itu hanya dipungut biaya pemasangan sebanyak Rp125.000, padahal biasanya tarif pemasangannya kurang lebih Rp800.000.

Ia menjelaskan sebelum berkas penerima program itu disetujui, ada tahapan survei lapangan untuk mengecek kebenaran data warga yang mengajukannya.

"Kalau masuk kategori miskin dan memiliki sambungan listrik maksimal 900 kwh, maka bisa dipasangkan pipa ledeng PDAM katagori MBR itu" katanya.

Taufiqurrahman mengatakan hibah Australia tahap kedua itu lebih banyak dibandingkan tahap pertama dan ia berharap adanya hibah tahap ketiga.

Pewarta: Hasan Zainuddin
: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026