"Tim bekerja mendata jumlah keluarga miskin sehingga bantuan yang disalurkan tepat sasaran," ujar Asisten Bidang Ekonomi Pemkab Banjar Masruri�di Martapura, Rabu.
Ia mengatakan hal itu di depan peserta workshop penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan Bidang Sosial dan Budaya Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Banjar.
Menurut dia, verifikasi jumlah keluarga miskin diperlukan agar setiap bantuan sosial yang akan disalurkan Pemkab Banjar tidak salah sasaran sehingga program berjalan lancar.
"Bantuan pemerintah pusat dan daerah untuk masyarakat miskin cukup banyak sehingga bantuan harus tepat sasaran dan diterima orang yang membutuhkan," ungkapnya.
Dikatakan, tim bekerja melakukan pendataan dengan langsung terjun ke lapangan mulai tingkat desa hingga kecamatan sehingga seluruh warga miskin bisa terdata.
Diharapkan, melalui pendataan yang dilakukan berjenjang maka tidak ada lagi keluarga miskin yang tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan pemerintah pusat dan daerah.
"Selain itu, data keluarga miskin yang dihimpun benar-benar valid dan bisa dipertanggungjawabkan sehingga penerima bantuan benar-benar orang yang tepat," ujarnya.
Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappeda Banjar Ari Akbar mengatakan, tim pendataan melibatkan aparatur pemerintah terutama kecamatan dan kelurahan termasuk aparatur desa.
"Mereka lebih mengetahui siapa saja keluarga miskin di wilayahnya sehingga pendataan bisa valid dan bantuan yang disalurkan bisa tepat sasaran," katanya.
Pewarta: Yose Rizal: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.