aat ini, pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat untuk menyediakan, memilih dan mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman masih rendah,"
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Tujuan pembangunan ketahanan pangan adalah
terpenuhinya pangan yang cukup bagi setiap warga dalam jumlah dan mutu,
bergizi, aman, beragam dan terjangkau, yang tercermin
dari kuantitas dan kualitas konsumsi pangan.
Memberikan pemahaman dalam mengkonsumsi makanan secara beragam, bergizi, dan berimbang serta aman (B2SA), terutama untuk anak-anak usia sekolah dasar sangatlah penting.
Dengan demikian kepada orang tua murid /masyarakat dihimbau untuk mengkonsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang tidak hanya dengan menggunakan makanan pokok berupa nasi atau beras sebagai sumber karbohidrat utama, tapi dapat menggunakan pangan serelia atau umbi-umbian lainnya.
Hal tersebut terungkap saat
penyuluhan keamanan pangan segar yang digelar oleh Tim Penggerak PKK
kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang dimotori oleh Hj Tintainah Harun
Nurasid, bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan HST dan Dinas Kesehatan HST,
di Gedung PKK HST belum lama tadi.
Pada kesempatan itu, Fathul Jannah SE dari Badan Ketahanan Pangan HST menuturkan Konsumsi pangan yang belum optimal ini, sangat dipengaruhi oleh kebiasaan perilaku konsumsi pangan penduduk yang belum baik.
"Saat ini, pengetahuan, keterampilan, dan
kesadaran masyarakat untuk menyediakan, memilih dan mengkonsumsi makanan yang
beragam, bergizi seimbang, dan aman masih rendah," katanya.
Dengan demikian, sosialisasi dan penyuluhan perlu diadakan untuk masyarakat, hal ini sejalan dengan salah satu program yang tertuang dalam kebijakan Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP).
Ketua Tim Penggerak PKK HST Hj Tintainah Harun Nurasid juga mngungkapkan, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini diharapkan kepada para masyarakat untuk selalu membiasakan anak-anaknya sarapan pagi sebelum berangkat kesekolah.
"Hal ini
disebabkan karena selain bermanfaat untuk memenuhi nutrisi dan perkembangan
otak, mengkonsumsi makanan sebelum berangkat kesekolah juga dapat mengurangi
kebiasaan buruk anak-anak yang sering mengkonsumsi makanan siap
saji dan membeli jajanan yang tidak sehat serta tidak aman untuk dikonsumsi
yang saat ini banyak beredar di sekitar sekolah," ungkapnya.
Pewarta: FathurahmanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.