Pewarta Antara Kalsel dari Banjarmasin yang melakukan perjalanan ke daerah hulu sungai atau "Banua Anam" provinsi tersebut, Sabtu melaporkan, sikap kegotongroyongan masyarakat masih terlihat pada suatu perhelatan resepsi perkawinan.
Sebagaimana terlihat perhelatan perkawinan anak dari Suriansyah SPd MM di Bundung Pagat Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel tampak warga masyarakat bergotong royong "mangawah" (memasak nasi menggunakan kuali besar = kawah).
Dalam mangawah tersebut mereka masih menggunakan kayu bakar yang membara, dengan beberapa buah kawah agar nasi buat suguhan undang tetap hangat dan tidak sampai kehabisan.
Begitu pula dalam mencuci piring, serta "surung sintak" (pengantar makanan dan mengambil piring bekas tamu/undangan makan) semua mereka lakukan dengan gotong royong.
Dengan kegotongroyongan tersebut keakrab warga masyarakat dan keluarga yang melaksanakan hajatan tersebut tampak terjalin baik, semua pekerjaan berjalan lancar.
Seorang pemuka masyarakat setempat (Kecamatan Batu Benawa) Mohammad Ilmi Muhran (61) mengatakan, alhamdulilah sikap kegotongroyongan warga pedesaan masih tetap terjaga sejak dulu hingga kini.
"Kita berharap sikap kegotongroyongan warga masyarakat tidak akan luntur, walau berbagai aliran modernisasi sampai masuk pedesaan," ujar kakek dari empat orang cucu itu.
"Sikap kegotongroyongan salah satu perwujudan kepribadian luhur kita sejak nenek moyang yang harus kita jaga bersama jangan sampai hilang atau bagaikan peribahasa 'tidak lapuk karena hujan dan tidak lekang karena panas' artinya tetap utuh selama-lamanya," demikian Muhran.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.