Banjarmasin,  (AntaranewsKalsel) - Sebuah organisasi pecinta lingkungan hidup Forum Komunitas Hijau (FKH) ingin melibatkan sebanyak mungkin siswa sekolah terlibat dalam upaya menciptakan "Green City" (Kota Hijau) untuk Kota Banjarmasin.

Makanya kegiatan dalam Green Festival (Festival Hijau) di tengah Kota Banjarmasin, 23-24 November, itu akan melibatkan para siswa sekolah tersebut, kata Wakil Ketua FKH Banjarmasin Muhamad Ary di Banjarmasin, Sabtu.

Ia menyebutkan bahwa dalam Festival Hijau yang rencananya di lokasi Siring Pire Tendean, dekat Pasar Terapung, terdapat 20 sekolah yang sudah melaksanakan "Green School", dan mereka melakukan pameran di lokasi tersebut.

Melalui Green School tersebut akan diketahui bagaimana sikap semua warga menciptakan Kota Hijau sesuai dengan atribut Kota Hijau.

"Kami berharap bukan hanya 20 sekolah yang mengikuti pameran tersebut yang murid-muridnya tahu bagaimana kota hijau, tetapi seluruh sekolah yang ada di Banjarmasin ini," katanya.

Jika ada ratusan sekolah di Banjarmasin berarti ada ratusan ribu murid sekolah, lalu mereka mengerti bagaimana sikap menciptakan sebuah kota hijau, maka akan mudah menggerakkan masyarakat lain untuk bertindak menciptakan lingkungan yang nyaman itu.

Dengan demikian maka sosialisasi pentingnya lingkungan yang sehat akan lebih efektif, karena para murid sekolah itu akan menjadi agen-agen lingkungan di masyarakat, ujarnya.

Oleh karena itu, FKH Banjarmasin meminta Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin untuk memerintahkan seluruh sekolah untuk mewakilkan murid-muridnya menghadiri Festival Hijau yang dirangkaikan dengan hari tata ruang tersebut.

Dalam festival yang akan dibuka Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin ini akan ada sebanyak 26 stan pameran penghijauan yang ikut memeriahkan terutama oleh 20 lembaga sekolah yang sudah menyelanggarakan Program Sekolah Hijau, ditambah pameran dari instansi terkait dengan lingkungan hidup.

Menurut Mohamad Ary, kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Kota Banjarmasin yang dinyatakan sebagai Kota Hijau di Tanah Air.

Dijelaskan, sebagai Kota Hijau, Kota Banjarmasin harus menerapkan delapan atribut Kota Hijau, seperti "Green Planning & Design" atau perancangan dan perencanaan kota yang ramah lingkungan, "Green Open Space" atau ketersediaan ruang terbuka hijau yang memadai, minimal 30 persen dari luas kota.

Kemudian Banjarmasin juga harus "Green Energy" atau konsumsi energi yang efisien oleh semua masyarakat kota, "Green Water", yakni pandai pengelolaan air yang efektif, "Green Waste", yaitu pengelolaan limbah dan sampah dengan prinsip 3R ("Reuse, Reduce dan Recycle").

Atribut lainnya, "Green Building", yakni melaksanakan proyek fisik atau bangunan yang hemat energi, "Green Transportation", yaitu penerapan sistem transportasi yang ramah lingkungan, di samping "Green Community", peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau, tambah Ary.

Melalui aneka kegiatan FKH. nantinya diharapkan melahirkan keinginan penduduk kota yang dihuni 720 ribu jiwa tersebut mencintai lingkungan yang akhirnya kota menjadi rindang, teduh, dingin, dan indah sesuai dengan perinsip delapan atribut di atas.

Dalam kegiatan tersebut akan dilakukan penanaman secara massal pohon penghijauan di wilayah Kota Banjarmasin, serta ada pembagian bibit tanaman gratis bagi masyarakat yang ingin melaksanakan penghijauan.


Pewarta: Hasan Zainuddin
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026