Kami akan bawa masalah kabut asap pada paripurna dewan, Senin (10/11) mendatang,"Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Komisi IV bidang kesra DPRD Kalimantan Selatan akan mengajukan interpelasi atau hak bertanya kepada pemerintah provinsi setempat terkait masalah kabut asap yang melanda wilayah tersebut.
"Kami akan bawa masalah kabut asap pada paripurna dewan, Senin (10/11) mendatang," kata Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin kepada wartawan di Banjarmasin, Kamis.
Menurut dia, masalah interpelasi kabut asap ini akan dibawa ke paripurna dewan, agar disetujui anggota DPRD Kalsel, sehingga pimpinan dewan bisa mengundang Pemprov setempat, khususnya gubernur untuk mempertanyakan masalah tersebut.
"Kami hendak mempertanyakan masalah kabut asap ini, mulai dari pencegahan dan penanggulangan serta upaya lain yang telah dilakukan Pemprov Kalsel," kata politisi Partai Gerkan indonesia Raya (Gerindra) tersebut.
Menurut dia, masalah kabut asap ini sudah seringkali terjadi, bahkan rutin terjadi dan menimbulkan berbagai dampak yang merugikan masyarakat, terutama gangguan kesehatan.
"Apa yang sudah dilakukan Pemprov Kalsel. Hal itulah yang akan dipertanyakan, mengingat kabut asap tahun ini sangat parah," ujar Ketua Satria (organisasi sayap Gerindra) itu..
Selain itu, pihaknya menilai kegiatan pencegahan yang dilakukan Pemprov belum optimal untuk mengatasi kabut asap, termasuk penanggulangannya, mengingat bencana tahunan ini dianggap hal yang biasa dan seringkali terjadi.
"Padahal kita menginginkan agar kabut asap ini bisa teratasi secara optimal, dan tidak terulang lagi," kata wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Kota Banjarmasin itu..
Namun, politisi yang tergolong generasi muda itu menyadari kabut asap yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan ini juga sebagai musim kemarau dan kerusakan lingkungan yang terjadi, serta kebiasaan warga membakar lahan.
"Kita ingin mencari solusi terbaik, sehingga masalah kabut asap inii perlu diinterpelasi," kata putra dari almarhum Saifuddin Rais, mantan wartawan RRI dan staf Protokol Istana Kepresidenan RI itu.
Ia mengakui, gagasan interpelasi ini memang muncul dari Komisi IV, yang kini telah mengumpulkan tandatangan anggota dewan untuk mendapatkan persetujuan kawan-kawan sesama anggota dewan buat melakukan interpelasi tersebut.
"Kami sudah mengumpulkan sekitar 15 tandatangan, dan ini masih terus bertambah, karena wakil rakyat menyadari gangguan kabut asap ini bagi masyarakat," kata Lutfi Saifuddin.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.