Kami sebagai warga masyarakat yang tergabung dalam wadah FKH tentu saja berkomitmen kuat
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel)- Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menginginkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) selama ini digunakan untuk pengembangan sekolah juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan green school (sekolah hijau).

Selain untuk green school dana tersebut pun bisa dimanfaatkan untuk mendidik anak melalui pelajaran cinta lingkungan, kata Wakil Ketua FKH Banjarmasin, Mohamad Ary selaku pembicara dalam sosialisasi program kota hijau (green city) di Banjarmasin, Selasa.

Sebab dengan demikian maka anak sekolah akan mengerti betapa pentingnya kelestarian lingkungan sebagai wujud pembangunan berkelanjutan, disamping bisa mengatasi efek rumah kaca yang belakangan sudah dirasakan masyarakat.

Apalagi di Banjarmasin ada 20 sekolah yang dinyatakan sebagai sekolah memprogramkan sekolah hijau setelah memperoleh bantuan dari Koica Unesco green.

Dalam pertemuan tersebut, Mohamad Ary menjelaskan bahwa Kota Banjarmasin termasuk 60 kota di Indonesia sudah menyatakan komitmenya menjadi kota hijau.

Dengan adanya komitmen tersebut, tak ada pilihan lain pimpinan kota ini bersama komunitas hijau harus mensukseskannya dengan mengedepankan delapan atribut kota hijau.

Delapan atribut tersebut seperti adanya perencanaan pembangunan yang mengarah kepada pelestarian lingkungan, ketersediaan Ruang terbuka Hijau (RTH) seluas 30 persen dari luas kota sekitar 98 kilometer persegi.

Kemudian kota ini juga harus menerapkan ramah energi atau tidak melakukan pemborosan, harus tersedianya air bersih dan pemakaian yang terkendali, penanganan limbah dan sampah yang bagus hingga tak mencemari liungkungan.

Atribut lain, seperti pemanfaatan bangunan yang tersedia taman-taman dan penghijauan dan hemat energi, transportasi yang tidak menimbulkan banyak polusi serta hemat bahan bakar, serta peran warga setempat untuk mendukung keberadaan kota hijau tersebut.

"Kami sebagai warga masyarakat yang tergabung dalam wadah FKH tentu saja berkomitmen kuat menciptakan Banjarmasin sebagai kota hijau tersebut, agar kota ini benar-benar menjadi kota yang indah, rindang, dan sejuk hingga menjadi lokasi yang nyaman sebagai hunian," katanya.

FKH sendiri adalah kumpulan organisasi cinta lingkungan, seperti dari komunitas pencinta pohon, Persatuan Anggrek Indonesia (PAI), Pena Hijau, Komunitas Wartawan Banjarmasin Cinta Lingkungan, Mapala Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), serta komunitas Sepeda Antik Banjarmasin (Saban).

Organisasi FKH sendiri sudah melakukan penghijauan dengan ribuan pohon trambesi, 5.500 pohon pinang, dan terakhir gerakan penanamaan seribu lukut (Asplenium Nidus) atau sering pula disebut tanaman paku sarang burung.

Pewarta: Hasan Zainuddin
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026