Komitmen kami mau menjadikan desa Banua Kupang sebagai percontohan bagi desa-desa yang lain. Kita akan tetap jaga PHBS dan LBS setelah penilaian lomba ini,"
Barabai, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak delapan orang tim penilai Lomba Desa Percontohan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, tiba di desa Banua Kupang Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Selasa (28/10), pukul 16.00 wita.

 Kedatangan tim penilai tersebut disambut oleh Sekretaris daerah HST H A Agung Parnowo, Dandim 1002 Barabai Letkol Inf Krido Pramono, para Asisten dilingkup pemkab HST, para kepala SKPD, pimpinan Bank Kalsel cabang Barabai Deddy Setiawan, Camat LAU Wahyudi, pembakal desa setempat Anis Hamidi, jajaran TP PKK HST, PKK kecamatan dan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga desa Banua Kupang.

 Ketua TP PKK Desa Banua Kupang, Juwairiyah, dalam laporannya mengatakan, rasa bangga dan senang karena desanya bisa mewakili Kabupaten HST untuk mengikuti Lomba Desa Percontohan PHBS dan LBS tingkat Provinsi tahun 2014.

"Komitmen kami mau menjadikan desa Banua Kupang sebagai percontohan bagi desa-desa yang lain. Kita akan tetap jaga PHBS dan LBS setelah penilaian lomba ini," katanya.

Sementara itu, Sekda HST H A Agung Parnowo mengucapkan selamat datang kepada tim penilai provinsi Kalsel. Ia juga mengharapkan Lomba PHBS dan LBS bukan semata untuk mencari juara, melainkan lebih berinflikasi pada aktivitas nyata untuk merubah perilaku masyarakat agar menjalani hidup bersih dan sehat terutama masyarakat di Desa Banua Kupang.

"Semoga dengan adanya lomba PHBS ini, dapat merubah perilaku masyarakat dalam menjalani hidup bersih dan sehat mulai dari rumah tangga dengan sebaik-baiknya karena lomba PHBS ini memang bertujuan untuk membina dan memotivasi masyarakat agar dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dari usia dini,” tuturnya.

Selanjutnya, Ketua Tim Penilai Provinsi Kalsel, Isnaniah, mengatakan sasaran dari Lomba PHBS dan LBS kali ini adalah rumah tangga dan lingkungan desa, yaitu bagaimana suatu rumah tangga menjalankan program PHBS  dan menjaga lingkungannya mulai dari tingkat RW sampai tingkat Kecamatan. PHBS dan LBS ini merupakan ujung tombak terwujudnya kesehatan dalam rumah tangga.

“ Kesehatan ini memang membutuhkan waktu yang cukup panjang dan harus ada target yang harus dicapai. Ada beberapa indikator penilaian pada lomba ini diantaranta warga tidak merokok di rumah/lingkungan, keberadaan jamban/WC sehat, bebas jentik nyamuk, keberadaan Posyandu, tersedianya tempat cuci tangan dan juga warganya rajin mengkonsumsi sayur-sayuran,” pungkasnya.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026