Kepala Dinas Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat dan Politik Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Khairil Anwar mengatakan, pihaknya sudah menurunkan peralatan evakuasi untuk warga korban banjir yang melanda kabupaten itu.

"Peralatan evakuasi seperti perahu karet maupun tenda-tenda pengungsian milik Dinas Sosial sudah diturunkan ke lokasi banjir," ujarnya di Martapura, Rabu.

Menurut dia, perahu karet yang diturunkan ke lokasi banjir sebanyak tiga buah dari empat buah perahu karet yang dimiliki dinas teknis tersebut karena satu buah perahu mengalami kerusakan.

Perahu karet yang berfungsi sebagai peralatan evakuasi itu dioperasikan di wilayah Kecamatan Pengaron yang merupakan wilayah paling parah di landa banjir sejak Senin (2/5) lalu.

"Saat ini perahu karetnya masih dioperasikan di Kecamatan Pengaron karena wilayah itu yang paling parah terkena banjir, tetapi jika diperlukan maka siap dipindah ke kecamatan lain," ungkapnya.

Dikatakan, kecamatan lain yang diperkirakan dilanda banjir kiriman dari Kecamatan Pengaron yang merupakan kawasan hulu sungai adalah Kecamatan Simpang Empat, Mataraman, dan Astambul.

"Tiga kecamatan itu merupakan langgan banjir kiriman sehingga besar kemungkinan peralatan evakuasi akan diarahkan ke sana apabila ketinggian air semakin tinggi," ujarnya.

Ia mengatakan lebih lanjut, selain menurunkan peralatan evakuasi pihaknya juga menyiagakan petugas yang tergabung dalam satuan tugas penanggulangan bencana yang bersiaga di lokasi-lokasi banjir.

Jumlah petugas yang diturunkan sebanyak lima belas orang dan berjaga di lokasi banjir disamping petugas yang berjaga di posko induk sebanyak tiga orang yang siap melaporkan informasi terkini.

"Petugas lapangan dan petugas posko induk selalu berkoordinasi melalui komunikasi telepon genggam sehingga jika ada laporan masuk langsung diteruskan ke petugas lapangan yang langsung terjun ke lokasi," kata dia.

Ditambahkan, sejauh ini, pihaknya belum menerima adanya warga yang menjadi korban banjir kecuali laporan satu orang anak yang tewas tenggelam diduga terseret arus air saat mandi di rumahnya di Kecamatan Mataraman.

"Laporan yang kami terima hanya soal anak yang tenggelam diduga akibat terseret arus air saat mandi, selain itu tidak ada lagi laporan mengenai korban akibat banjir," ujarnya.(zal/B)


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026