Untuk itu, kami akan mengundang mitra kerja terkait, antara lain Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD),
Banjarmasin, 23/10 (Antara) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan Hj Noormiliyani Aberani Sulaiman menyatakan, pihaknya akan membicarakan secara khusus masalah kabut asap dan kelistrikan di provinsi tersebut.

"Untuk itu, kami akan mengundang mitra kerja terkait, antara lain Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD), Dinas Kehutanan (Dishut), dan Dinas Pertambangan," ujarnya di Banjarmasin, Kamis.

Selain itu, mengundang pihak PT PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) yang merupakan hubungan kerja, untuk membicarakan permasalahan kelistrikan, terutama di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut.

"Pertemuan membicarakan kabut asap dan kelistrikan itu nanti bersama Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi, serta lingkungan hidup," ujarnya.

"Namun dalam pertemuan itu nanti, bila memungkinkan kami juga akan mengundang lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk tukar pendapat guna mencari solusi terbaik dalam mengatasi persoalan tersebut," lanjutnya.

"Mengingat masih adanya berbagai kesibukan anggota baru DPRD Kalsel, maka pertemuan tersebut kemungkinan pertengahan November nanti," tambah "Srikandi" Partai Golkar di provinsi itu.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kalsel H Abdul Latief menyatakan, pihaknya akan mengagendakan pertemuan untuk menyikapi keluhan masyarakat dengan adanya kabut asap, serta aliran listrik yang masih sering "byar pet".

"Kita malu, karena kabut asap terjadi hampir setiap tahun dan penanganan tidak pernah tuntas, bahkan selalu terulang," ujar mantan Ketua DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel itu.

Menurut anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kalsel itu, kabut asap merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada musim kemarau, baik akibat alam ataupun kegiatan pembakaran lahan.

"Hal itu harus diatasi, atau minimal mengurangi dampak kabut asap yang terjadi," lanjut mantan Pimpinan Partai Patriot HST pada awal era reformasi perpolitikan di tanah air ini.

"Sedangkan dalam pertemuan dengan PLN nanti, kita akan mita klarifikasi masalah byar pet serta ketersediaan daya dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik bagi masyarakat," ungkapnya.

Pengusaha asal "kota apam" Barabai (165 km utara Banjarmasin), ibu kota HST itu menyatakan, malu kalau sampai Kalsel kekurangan daya, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan listrik secara utuh.

"Malu kita sebagai lumbung energi sampai kekurangan daya. Kalau sumber daya energi Kalsel cukup potensial, tinggal kemauan dan sikap para pemangku kepentingan," ujarnya.

"Oleh sebab itu, dengan Presiden Joko Widodo, kita berharap permasalahan kelistrikan di Kalsel segera teratasi. Kita hanya menuntut janjinya ketika kampanye pemilihan presiden beberapa waktu lalu," demikian Abd Latief.


Pewarta: Syamsuddin Hasan
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026