"Setiap tahun ketika memasuki musim kemarau warga kesulitan mencari air bersih, karena sumur yang ada kering. Satu-satunya sumber air didapat dari air sungai," kata Kai Ahmad, salah satu tokoh masyarakat Desa Pemalongan, Kamis (16/10).
Menurutnya, keberadaan sungai yang ada di desa mereka sangat membantu ketersediaan air bersih bagi warga, terutama digunakan untuk mandi, cuci dan memasak.
"Kami bersyukur air sungai yang ada tidak kering, kalau sampai kering kemana lagi kami mencari sumber air bersih," ungkapnya.
Untuk itu, ia berharap pemerintah kabupaten dapat membangunkan sumber air bersih baru bagi warga Desa Pemalongan, sehingga ketika musim kemarau tiba ketersediaan air tetap ada.
"Sangat penting sekali adanya sumber air bersih baru, sehingga musim kemarau tidak kesulitan mencari air bersih," tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Tanah Laut, Eko Sugihato mengatakan pelayanan air bersih di Kabupaten Tanah Laut hingga tahun 2014, baru tercapai 17 persen.
"Jumlah tersebut masih dibawah target pemerintah pusat atau MIllenium Developmet Goals (MDGs)," terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, selama ini pelayanan air bersih dari PDAM Tanah Laut hanya sebatas Kota Pelaihari saja, sementara untuk wilayah kecamatan melalui instalasi air bersih kecamatan (IKK).
"Dari 11 kecamatan yang memiliki hanya enam kecamatan saja, sementara empat kecamatan lagi belum memiliki," tandasnya.
Pewarta: AriantoEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.