Kebetulan PB PAUD dan Dikmas Provinsi Kalsel menyelenggarakan lomba bikin video keaksaraan awal bagi anak PAUD pada 3-4 Nopember, sehingga saya kirimkan satu video dan memperoleh juara satu,Amuntai (ANTARA) - Tenaga pendidik pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Hulu Sungai Utara berinovasi membuat sarana pembelajaran di tengah Pandemi COVID-19.
Salah satunya tenaga pendidik di PAUD Ihsanul Amal Desa Sungai Sandung Alabio Kecamatan Sungai Pandan dengan memproduksi puluhan video pembelajaran bagi peserta didik seiring kebijakan Belajar Dari Rumah.
Salah satu pendidiknya, Zurida bahkan berhasil menjuarai lomba membuat video keaksaraan awal bagi anak PAUD tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
"Kebetulan PB PAUD dan Dikmas Provinsi Kalsel menyelenggarakan lomba bikin video keaksaraan awal bagi anak PAUD pada 3-Nopember, sehingga saya kirimkan satu video dan memperoleh juara satu," ujar Zurida di Amuntai, Senin.
Yayasan Ihsanul Amal yang menaungi lembaga PAUD ini sangat mendukung kreativitas tenaga pendidiknya dengan menyediakan fasilitas untuk produksi video seperti komputer editing, kamera, lighting dan layar hijau (green screen) untuk tehnik chomakey.
Dikatakan, lembaga PAUD Ihsanul Amal mewajibkan para pendidik agar bisa memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk pelayanan saat pandemi COVID-19 yang mengharuskan 'Belajar Dari Rumah' (BDR).
Zurida mengatakan, sebagai tenaga pendidik mereka berinovasi dalam proses belajar mengajar melalui video.
"Alhamdulillah pihak Yayasan Ihsanul Amal mendukung sepenuhnya terkait penambahan biaya dengan mengalokasikan dana khusus untuk membeli peralatan produksi video," katanya.
Zurida melanjutkan, total sudah sebanyak 50 video yang diproduksi PAUD Ihsanul Amal dengan biaya produksi dari lembaga PAUD mereka sendiri.
Ia menjelaskan, proses pembuatan video pembelajaran turut melibatkan peran serta dari orang tua peserta didik agar pesan yang disampaikan melalui video bisa dimengerti peserta didik saat menonton dirumah.
"Jadi video kita upload ke channel youtube milik sekolah dan link-nya kami bagikan ke WA orang tua siswa," terangnya.
Dijelaskan, pembuatan video dimulai dari perencanaan, yang biasa di sebut dengan Lesson Plan. Lesson Plan bagikan kepada orang tua wali murid sebagai panduan untuk peserta didik melakukan kegiatan dirumah.
Melalui video, lanjutnya, tenaga pendidik mengenalkan keaksaraan awal khususnya pengenalan huruf vokal, warna dan tekstur untuk anak usia dini.
Video dikemas para pendidik PAUD dengan konsep semenarik mungkin agar anak merasa senang misal dengan mengajak mereka beryanyi, karena di PAUD adalah masa bermain maka setiap kegiatan pembelajaran harus tetap dibarengi dengan kegiatan bermain.
Selain itu, katanya melalui video juga ditanamkan konsep keagamaan dengan mengajak anak berdoa sebelum mulai menonton video dan bermain sebagai upaya mengenalkan Allah sebagai pencipta.
Melalui video, tenaga pendidik juga mengajarkan kemandirian kepada anak dengan meminta anak membereskan mainannya sendiri.
"Biasanya orang tua kami diminta untuk mendokumentasikan kegiatan anak dirumah agar menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memproduksi video pembelajaran selanjutnya. Harapannya anak tetap senang dalam melakukan kegiatan pembelajaran walaupun hanya dirumah," kata Zurida.
Intinya, tandas Zurida, konten video yang dibuat harus memenuhi enam kriteria pengembangan anak usia dini yakni memenuhi kriteria nilai agama dan moral, kriteria sosial emosional, bahasa, fisik motorik, kognitif serta seni.
Ketua Himpunan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten HSU Netty Ika Syahnida menyambut positif pemanfaatan media audio visual bagi mengajar peserta didik di lembaga PAUD khususnya di masa Pandemi COVID-19.
"Memang selama Pandemi COVID-19 ini kami menggunakan video sebagai referensi pembelajaran bagi anak usia dini," kata Netty.
Netty mengakui jika tenaga pendidik PAUD Ihsanul Amal sangat kreatif dan selalu menerapkan pembelajaran secara audio vidual seperti itu.
"Kemaren sewaktu memperingati HUT ke-15 Pengurus Wilayah Himpaudi Kalsel tenaga pendidik PAUD Ihsanul Amal juga menjuarai Lomba membuat Video Kreatif BDR PAUD Eduprience Festival Tingkat Provinsi Kalsel," katanya.
Netty mengatakan, kebijakan membuat video untuk pengajaran bagi peserta didik PAUD diserahkan sepenuhnya kepada lembaga PAUD karena anggaran memproduksi video berasal dari sekolah masing-masing.
Direktur Operasional SIT Ikhsanul Amal Amirudin mengaku bangga atas prestasi yang dicapai Zuraida dan tenaga pendidik lainnya.
"Oktober kemaren dua siswa kami juga mewakili Kalsel pada Lomba Sains atau kompetesi tingkat Nasional bidang Matematika secara online yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Amiruddin.
Sudah dua tahun berturut turut para siswa SIT Ihsanul Amal mewakili Kalsel diajang lomba tersebut.
Pada Oktober juga, SIT Ihsanul.Amal mengikuti lomba sistem belajar dari rumah dan mendapatkan prestasi terbaik satu se Kalsel.
Pewarta: Eddy AbdillahEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.