Sekretaris DPRD (Sekwan) Kalsel Drs Haji Antung Mas Rozaniasyah di Banjarmasin, Jumat menerangkan, kunjungan kerja (Kunker) komisi-komisi dalam daerah tersebut melaksanakan tugas sesuai pembidangan masing-masing, kendati pada kabupaten yang sama.
"Sebagai contoh Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan, serta Komisi IV Bidang Kesra sama-sama tujuan ke Kabupaten Kotabaru, tetapi bidang tugas mereka berbeda," tuturnya menjawab Antara Kalsel.
Sementara Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kalsel ke Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), serta Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur ke Kabupaten Tapin.
"Sesuai hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kalsel yang menyusun jadwal kegiatan Dewan tersebut, Kunker mereka dalam daerah provinsi kali ini, 8 - 10 Oktober 2020," demikian HAM Rozaniasyah.
Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H Suripno Sumas SH MH menerangkan, Kunker Komisinya ke "Bumi Bersujud" Tanbu kali ini menemui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel Imam Suprastowo mengatakan, Komisinya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Kotabaru atau kabupaten paling timur provinsi itu.
Sedangkan Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Sahrujani mengatakan, Komisinya meninjau jalan antara Tapin dengan Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang juga berada dalam provinsi setempat.
"Pasalnya pada jalan yang berstatus jalan nasional antara Margasari Tapin dengan Marabahan Batola itu masih ada lahan yang bermasalah," ungkapnya.
"Kami dari Komisi III DPRD Kalsel yang membidangi infrastruktur ingin mengetahui bagaimana keadaan jalan tersebut serta perkembangan penyelesaian masalah lahannya," demikian Sahrujani.
Kemudian Ketua Komisi IV DPRD Kalsel HM Lutfi Saifuddin SSos mengatakan, Kunker Komisinya ke "Kota Gunung Bamega" Kotabaru fokus menyerap aspirasi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik pemerintah kabupaten (Pemkab) tersebut.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.