Banjarmasin (ANTARA) - Pelaksana tugas atau Plt Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Rudy Resnawan menerangkan, pemerintah provinsi (Pemprov) setempat merancang pendapatan daerah pada Tahun 2021 Rp5.412.973.074.670,00 atau Rp5,4 triliun lebih.

Rudy Resnawan yang juga Wakil Gubernur Kalsel menerangkan itu saat menjelaskan RAPBD provinsinya Tahun Anggaran 2021 pada rapat paripurna DPRD setempat yang dipimpin Ketuanya H DR (HC) H Supian HK SH MH di Banjarmasin, Kamis.

Rancangan pendapatan daerah Kalsel 2021 itu mengalami penurunan Rp126.716.863.341,00 atau 2,29 persen bila dibandingkan dengan APBD Tahun 2020.

Begitu pula anggaran belanja daerah Tahun 2021 dengan rancangan Rp5.462.973.074.011,00 mengalami penurunan 7,25 persen dibandingkan APBD 2020.

"Jumlah pendapatan daerah dan belanja daerah tersebut, diluar pendapatan/belanja yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan DAK non fisik," ujarnya.

Ia menjelaskan, penurunan terhadap RAPBD 2021 karena penurunan dana transfer dari dana bagi hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Insentif daerah (DID).

Selain itu, sebagai dampak penurunan pertumbuhan ekonomi secara nasional, akibat dari pandemi COVID-19 yang masih sampai sekarang," demikian Rudy Resnawan.
Suasana rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin Ketuanya H Supian HK di Banjarmasin, Kamis dengan agenda penyampaian Nota Keuangan/Penjelasan RAPBD provinsi setempat Tahun 2021. (Istimewa) hi

Pada rapat paripurna DPRD Kalsel tersebut juga pengambilan keputusan terhadap Raperda tentang Perubahan Ketiga Atas Perda Nomor 14 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum di provinsi tersebut.

Usai rapat paripurna itu, Ketua DPRD dan Plt Gubernur Kalsel bersama beberapa anggota Dewan lainnya menemui pengunjukrasa di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin - dekat gedung wakil rakyat tingkat provinsi tersebut.

 

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026