"Mereka yang terdaftar sebanyak 707 orang itu lewat online ke Badan Kepegawian Daerah (BKD) dan Diklat Tanah Laut (Tala)," ujarnya di Pelaihari (ibu kota kabupaten, 65 kilometer timur Banjarmasin), Sabtu.
Ia mengungkapkan, para pelamar lewat online tersebut sudah berdatang sejak Senin (1/9) lalu untuk menyerahkan berkas lamaran, dan sebanyak 129 sudah diverifikasi, dua orang di antaranya tidak lulus IPK yaitu kurang dari 2,75.
Bahkan, menurut dia, masih banyak lagi dari jumlah pelamar lewat online yang masuk ke BKD dan Diklat Tala, hingga saat ini belum pihaknya verifkasi. "Namun dalam waktu dekat sudah bisa diselesaikan verfikasi tersebut," katanya.
"Semua persyaratan khusus sudah ada di website BKD dan Diklat Tala, silakan pelamar membuka website tersebut agar tidak ada kesalahan kelengkapan persyaratan," ungkapnya.
Ia menyatakan, kalaupun ada calon pelamar yang masih belum jelas persyaratan lewat website BKD dan Diklat Tala, bisa menanyakan langsung ke Kantor BKD dan Diklat Tanah Laut di bagian informasi pada jam kerja.
Sementara, Kepala BKD dan Diklat Tala Husein Irianta mengatakan, formasi untuk kabupatennya pada penerimaan CPNS tahun 2014 sebanyak 75 orang. Rincian formasi terbagi atas 15 orang untuk tenaga guru, 13 formasi untuk tenaga kesehatan dan 47 untuk tenaga teknis.
"Dari total jumlah formasi yang ada, untuk sementara ini tenaga administrasi keuangan dan umum yang paling banyak dicari yakni, sebanyak 13 tenaga administrasi keuangan, tenaga administrasi umum 12 orang, disusul untuk formasi guru agama pratama enam orang, serta formasi lain enam orang," terangnya.
Ia menambahkan, berkaitan dengan tes penerimaan CPNS 2014, BKD dan Diklat Tala meminta kepada masyarakat untuk tidak percaya kepada orang atau oknum yang menawarkan dapat membantu kelulusan.
"Kalau ada oknum yang mengaku bisa membantu kelulusan itu tidak benar, untuk itu masyarakat perlu waspada terhadap iming-iming tersebut. Jika ada segera melaporkan hal itu ke BKD dan Diklat Tala," tegasnya.
Pewarta: Syamsuddin Hasan: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.